Enam Bulan Pandemi, Jumlah Penduduk Miskin di Jabar Bertambah 268.000 Orang
Senin, 15 Februari 2021 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, beberapa hal yang mempengaruhi naiknya penduduk miskin di Jabar pertumbuhan ekonomi triwulan 3 terkontraksi 4,08%. Konsumsi rumah tangga turun 2,9% dan nilai tukar petani (NTP) mengalami penurunan 4,6 persen, serta laju inflasi cukup rendah.
Baca juga: Perbaikan Jalan Ambles Tol Cipali di Km 122 Penyebab Kemacetan hingga 5 Km
"Sebanyak 6,36 juta penduduk usia kerja dari total 37,51 juta atau 16,9 persen berdampak pandemi," jelas dia. Rinciannya, 0,70 juta menganggur, 0,16 juta menjadi bukan angkatan kerja, 0,40 juta sementara tidak bekerja, dan 5,10 juta pekerja mengalami pengurangan jam kerja.
Nilai Gini Ratio mengalami penurunan yakni dari 0,403 menjadi 0,398. Jika dilihat berdasarkan wilayah, nilai Gini Ratio di perkotaan menunjukkan kecenderungan penurunan namun nilai Gini Ratio di perdesaan menunjukkan kecenderungan meningkat. Gini Ratio di perkotaan turun menjadi 0,409 dari 0,412 pada periode sebelumnya. Sedangkan di perdesaan Gini Ratio pada September 2020 mengalami kenaikan dari 0,325 menjadi 0,326
Baca juga: Perbaikan Jalan Ambles Tol Cipali di Km 122 Penyebab Kemacetan hingga 5 Km
"Sebanyak 6,36 juta penduduk usia kerja dari total 37,51 juta atau 16,9 persen berdampak pandemi," jelas dia. Rinciannya, 0,70 juta menganggur, 0,16 juta menjadi bukan angkatan kerja, 0,40 juta sementara tidak bekerja, dan 5,10 juta pekerja mengalami pengurangan jam kerja.
Nilai Gini Ratio mengalami penurunan yakni dari 0,403 menjadi 0,398. Jika dilihat berdasarkan wilayah, nilai Gini Ratio di perkotaan menunjukkan kecenderungan penurunan namun nilai Gini Ratio di perdesaan menunjukkan kecenderungan meningkat. Gini Ratio di perkotaan turun menjadi 0,409 dari 0,412 pada periode sebelumnya. Sedangkan di perdesaan Gini Ratio pada September 2020 mengalami kenaikan dari 0,325 menjadi 0,326
(msd)
Lihat Juga :