Antisipasi Banjir di Kawasan Pantura, Pemprov Jateng Optimalkan Penanganan Hulu-Hilir
Sabtu, 13 Februari 2021 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pemerintah daerah juga telah melakukan langkah antisipasi dengan membuat kolam retensi dan polder serta rumah pompa. "Pompanya bekerja, tapi kapasitasnya tidak mencukupi. Maka dari itu, untuk mengatasi banjir yang menggenangi beberapa titik, disedot dengan pompa portabel," ujarnya. Baca juga: Kirim Relawan Bantu Penanganan Gempa Sulbar, Ganjar: Murni Kemanusiaan
Ganjar memiliki gagasan, untuk memproyeksikan jalan tol Semarang-Demak sebagai penahanan rob di kawasan pesisir pantura. Sehingga jalan bebas hambatan itu, akan dibangun melingkar sehingga bisa menjadi bendungan di daerah pesisir. "Ini (jalan tol) bisa menjadi penahan rob. Diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengendalikan banjir rob," tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga terus melakukan langkah penanganan banjir . Diantaranya, normalisasi Sungai Bringin dan pengerukan sendimentasi di daerah hilir."Kami terus melakukan penanganan untuk mengatasi banjir. Normalisasi Kali Bringin sudah mulai. Tapi apa daya, cuaca ekstrem menghantam," kata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Dia menyatakan, pada 6 Februari 2021 lalu, selama enam jam curah hujan mencapai 171 milimeter. Kondisi ini diperparah limpasan air dari laut. "Laut pasang 1,5 meter, sehingga berapapun pompa yang dikerahkan untuk memasukkan air ke laut, akhirnya kembali lagi ke darat," tandasnya.
Ganjar memiliki gagasan, untuk memproyeksikan jalan tol Semarang-Demak sebagai penahanan rob di kawasan pesisir pantura. Sehingga jalan bebas hambatan itu, akan dibangun melingkar sehingga bisa menjadi bendungan di daerah pesisir. "Ini (jalan tol) bisa menjadi penahan rob. Diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengendalikan banjir rob," tandasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga terus melakukan langkah penanganan banjir . Diantaranya, normalisasi Sungai Bringin dan pengerukan sendimentasi di daerah hilir."Kami terus melakukan penanganan untuk mengatasi banjir. Normalisasi Kali Bringin sudah mulai. Tapi apa daya, cuaca ekstrem menghantam," kata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Dia menyatakan, pada 6 Februari 2021 lalu, selama enam jam curah hujan mencapai 171 milimeter. Kondisi ini diperparah limpasan air dari laut. "Laut pasang 1,5 meter, sehingga berapapun pompa yang dikerahkan untuk memasukkan air ke laut, akhirnya kembali lagi ke darat," tandasnya.
(don)
Lihat Juga :