Banyak Siswa Gagal Seleksi, Jabar Bakal Libatkan Sekolah Swasta dalam PPDB 2021

Rabu, 10 Februari 2021 - 20:15 WIB
loading...
Banyak Siswa Gagal Seleksi,...
Kadisdik Jabar, Dedi Supandi (tengah) memaparkan rencana pelibatan SMA/SMK dan SLB swasta dalam PPDB 2021 di Kantor Disdik Jabar, Rabu (10/2/2021). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat bakal melibatkan sekolah swasta dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 guna mengantisipasi banyaknya siswa yang gagal seleksi masuk sekolah negeri.

Baca juga: Pelukan dan Tangisan Warnai Sidang Mediasi Anak Gugat Ayah Kandung Rp3 Miliar

Diketahui, selama ini, PPDB kerap dijadikan acuan oleh peserta didik untuk melanjutkan jenjang pendidikannya, khususnya ke tingkat SMA/SMK maupun SLB. Namun, jumlah sekolah negeri yang terbatas membuat mereka harus bersaing ketat hingga akhirnya gagal masuk ke sekolah negeri yang diinginkannya.

Baca juga: Horeee! Usulan TPP PNS Salatiga Disetujui Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, pada PPDB 2020, SMA, SMK, dan SLB di Jabar jumlahnya sangat terbatas. Dia menyebutkan, di seluruh Jabar, hanya ada 833 SMA, SMK, dan SLB negeri, sedangkan SMA, SMK, dan SLB swasta mencapai 4.146 sekolah.

"Kemarin dari PPDB hanya terserap 41 persen (peserta PPDB yang lolos). Maka, rahun ini kita ingin mencoba agar sekolah swasta bisa masuk PPDB, sehingga pilihan sekolah lebih banyak," jelas Dedi dalam kegiatan Temu Aspirasi Masyarakat Pendidikan dan Sekolah di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Rabu (10/2/2021).

Selain memberikan pilihan lebih banyak dengan pelibatan sekolah swasta dalam PPDB 2021, lanjut Dedi, pihaknya juga akan memberikan bantuan bagi siswa yang diterima di sekolah swasta.

Dia menyebutkan, setiap siswa yang tergolong rawan melanjutkan pendidikan itu dan diterima di sekolah swasta akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta dengan syarat siswa tersebut harus membuktikan ikut serta dalam PPDB dan telah mencoba mendaftarkan diri ke sekolah negeri.

"Mereka yang masuk kategori rawan melanjutkan pendidikan akan tetap dibantu, meski masuk ke sekolah swasta," katanya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, syarat jalur prestasi dalam PPDB 2021 akan diubah. Pasalnya, selama pandemi COVID-19, tidak ada pelaksanaan ujian nasional (UN).

Nantinya, kata Dedi, syarat jalur prestasi bakal menggunakan nilai rapor lima semester terakhir yang dikeluarkan sekolah. Selain itu, syarat untuk jalur perpindahan orang tua juga akan diubah menjadi jalur perpindahan tugas. "Setelah jalur afirmasi tersebut selesai, semua baru dilakukan jalur zonasis," katanya.

Aturan lainnya yang akan diubah adalah pemegang tanggung jawab PPDB tidak lagi hanya Disdik Jabar. Nantinya, setiap wilayah di bawah naungan Disdik Jabar akan menjadi ketua pelaksana, sedangkan Disdik Jabar hanya berperan sebagai koordinator.

"Untuk perubahan ini, kami akan mencoba roadshow ke beberapa tempat menginfokan perbedaan dalam PPDB 2021," imbuhnya.

Pihaknya juga kini tengah mematangkan regulasi baru untuk PPDB Jabar 2021 dengan mengusung prinsip akuntabel, transparans, dan objektif, seperti perubahan skema masuk sekolah swasta dalam PPDB 2021 yang akan dituangkan dalam peraturan gubernur (pergub).

"Peraturan tersebut bakal diuji terlebih dahulu secara publik oleh pemerhati pendidikan. Kemudian, nantinya akan masuk ke petunjuk teknis untuk nantinya diimplementasikan," tandas Dedi.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Jabar, Yesa Sarwedi mebahkan bahwa tidak semua sekolah swasta bakal dilibatkan dalam PPDB 2021. Pihaknya akan berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak sekolah swasta, apakah mereka bersedia ikut dalam PPDB tahun ini atau tidak.

"Kalau mereka bersedia masuk dalam PPDB, maka nanti sekolah swasta itu juga wajib menerima siswa limpahan yang tidak masuk dalam sekolah negeri," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Daftar SD dan SMP Swasta...
Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Rekomendasi
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved