Hanya Lulusan SMA, Pelaku Aborsi di Bekasi Belajar secara Autodidak

Rabu, 10 Februari 2021 - 12:58 WIB
loading...
Hanya Lulusan SMA, Pelaku...
Pelaku aborsi rumahan yang ditangkap di Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, tidak pernah mengenyam bangku pendidikan kedokteran atau sejenisnya.Foto/SINDOnews/Helmi Syarif
A A A
JAKARTA - Pelaku aborsi rumahan yang ditangkap di Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi , tidak pernah mengenyam bangku pendidikan kedokteran atau sejenisnya. IR belajar mengaborsi secara autodidak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, IR tersangka yang melakuka aborsi ilegal hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tidak pernah mengenyam pendidikan kedokteran atau sejenisnya. “Jadi dia belajar secara autodidak, dan tidak pernah belajar secara formal tentang hal tersebut,” kata Yusri kepada wartawan Rabu (10/2021).

Menurut Yusri, IR membuka praktek aborsi karena pernah bekerja sebagai petugas kebersihan di klinik aborsi di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tahun 2000 lalu. “Katanya dia bekerja selama empat tahun sebagai tenaga kebersihan, dan di sana dia belajar cara melakukan aborsi,” tegasnya.

Dalam melakukan aborsi, lanjut Yusri, IR juga membatasi usia kandungan para pasiennya. IR hanya melakukan aborsi bagi usia janin di bawah delapan minggu lebih dari hal tersebut dia tidak menerimanya.

“Dari pengakuannya baru satu bulan di lokasi itu, dan baru ada lima pasien yang sudah di aborsi,” ujarnya. Baca: Baru Beroperasi 4 Hari, Klinik Aborsi di Bekasi Telah Gugurkan Janin dari 5 Wanita

Namun, dari keterangan tersangka sebelum di lokasi tersebut dia juga sempat menbuka klinik aborsi rumahan lainnya di rumah kontrakan lainnya pada bulan September 2020 lalu. Di sana tersangka mengaku telah mengaborsi 15 orang pasien. “Kita masih lakukan pemeriksaan secara intensif berapa lama dia membuka praktik tersebut,” ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan ‘Lu Punya Otak Gak?’ ke Wartawan
Roy Suryo Buka Wacana...
Roy Suryo Buka Wacana Praperadilan Keempat: Tunggu Saja Tanggal Mainnya
Rekomendasi
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
3 Alasan Komodo hanya...
3 Alasan Komodo hanya Dapat Ditemukan di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved