Isu Intoleransi Dinilai Jadi Ancaman Besar Visi Indonesia Emas 2045
Rabu, 10 Februari 2021 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
"Diskusi diharapkan mampu memberikan sentuhan baru dalam kesadaran banyak orang, agar mampu menyikapi fakta perbedaan dengan bijaksana," katanya.
Acara yang digelar di Rosomulyo Villa & Camp, Sentul, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu itu diikuti oleh puluhan pemuda dari berbagai daerah dan berbagai tingkat, mulai mahasiswa hingga kepemudaan se-Indonesia.
"Visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud bilamana kebhinekaan, persatuan dan rasa toleransi antaranak bangsa kita rajut dan kita rawat. Ini ikhtiar kami sebagai anak muda saat ini yang akan memimpin estafet kepemimpinan pada tahun yang akan datang," papar Rizqi.
Ketua pelaksana kegiatan, M Hafiz Azami mengaku, optimistis Indonesia akan terlepas dari isu Intoleransi. Menurutnya, intoleransi muncul atas dasar ketidakadilan di berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi maupun sentimen pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan.
"Saya optimistis, dengan melihat pemuda saat ini (dalam diskusi), Indonesia akan terlepas dari itu intoleran," katanya. Acara Rembuk Nasional Pemuda Toleran ini, kata dia, diikuti perwakilan dari 9 provinsi se-Indonesia dengan jumlah peserta 88 orang.
Acara yang digelar di Rosomulyo Villa & Camp, Sentul, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu itu diikuti oleh puluhan pemuda dari berbagai daerah dan berbagai tingkat, mulai mahasiswa hingga kepemudaan se-Indonesia.
"Visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud bilamana kebhinekaan, persatuan dan rasa toleransi antaranak bangsa kita rajut dan kita rawat. Ini ikhtiar kami sebagai anak muda saat ini yang akan memimpin estafet kepemimpinan pada tahun yang akan datang," papar Rizqi.
Ketua pelaksana kegiatan, M Hafiz Azami mengaku, optimistis Indonesia akan terlepas dari isu Intoleransi. Menurutnya, intoleransi muncul atas dasar ketidakadilan di berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi maupun sentimen pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan.
"Saya optimistis, dengan melihat pemuda saat ini (dalam diskusi), Indonesia akan terlepas dari itu intoleran," katanya. Acara Rembuk Nasional Pemuda Toleran ini, kata dia, diikuti perwakilan dari 9 provinsi se-Indonesia dengan jumlah peserta 88 orang.
Lihat Juga :