50 Huntap Korban Bencana di Luwu Utara Sudah Berpenghuni
Selasa, 09 Februari 2021 - 16:42 WIB
loading...
Hunian tetap yang diperuntukkan bagi warga Luwu Utara yang kehilangan rumah akibat diterjang banjir bandang. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Sebanyak 50 unit hunian tetap (huntap) korban bencana banjir bandang yang dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara resmi memiliki penghuni.
50 huntap ini berada di dua lokasi, yaitu 40 huntap di Kelurahan Bone Tua Kecamatan Masamba, dan 10 unit di Desa Radda Kecamatan Baebunta.
Baca juga: 40 KK Korban Banjir Bandang Luwu Utara Kini Punya Hunian Tetap
40 huntap di Bone Tua telah dibagi melalui proses pengundian, pada Senin 8 Februari kemarin. Sementara 10 unit di Radda yang dibangun di atas lahan milik Badan Persatuan Sinode juga telah selesai dan memiliki penghuni.
Meski begitu, 10 unit ini, pembagiannya tidak melalui proses pengundian, karena para jemaat sudah membagi siapa-siapa pemilik huntap tersebut.
Bupati Indah Putri Indriani menyebutkan, bantuan 50 huntap adalah bantuan yang sifatnya stimulan. “Perlu dipahami bahwa bantuan ini sifatnya stimulan. Disebut stimulan, karena kita tahu bahwa belum ada orang yang membangun tuntas senilai Rp50 juta. Nah, bapak ibu diberi kesempatan menata sendiri,” kata Indah usai pengundian huntap, Senin (8/2/2021) kemarin.
Baca juga: Biaya Instalasi Air Bersih dan Listrik untuk Huntap di Luwu Utara Digratiskan
50 huntap ini berada di dua lokasi, yaitu 40 huntap di Kelurahan Bone Tua Kecamatan Masamba, dan 10 unit di Desa Radda Kecamatan Baebunta.
Baca juga: 40 KK Korban Banjir Bandang Luwu Utara Kini Punya Hunian Tetap
40 huntap di Bone Tua telah dibagi melalui proses pengundian, pada Senin 8 Februari kemarin. Sementara 10 unit di Radda yang dibangun di atas lahan milik Badan Persatuan Sinode juga telah selesai dan memiliki penghuni.
Meski begitu, 10 unit ini, pembagiannya tidak melalui proses pengundian, karena para jemaat sudah membagi siapa-siapa pemilik huntap tersebut.
Bupati Indah Putri Indriani menyebutkan, bantuan 50 huntap adalah bantuan yang sifatnya stimulan. “Perlu dipahami bahwa bantuan ini sifatnya stimulan. Disebut stimulan, karena kita tahu bahwa belum ada orang yang membangun tuntas senilai Rp50 juta. Nah, bapak ibu diberi kesempatan menata sendiri,” kata Indah usai pengundian huntap, Senin (8/2/2021) kemarin.
Baca juga: Biaya Instalasi Air Bersih dan Listrik untuk Huntap di Luwu Utara Digratiskan
Lihat Juga :