Terapis Pijat di Mojokerto Tewas Dibunuh Pelanggan
Jum'at, 05 Februari 2021 - 16:14 WIB
loading...
Polisi dibantu relawan mengevakuasi jasad Santi, terapis wanita korban pembunuhan di tempat pijat Berkah di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A
A
A
MOJOKERTO - Santi (35), terapis pijat asal Lohceret, Kabupaten Nganjuk, tewas dibunuh pelanggannya. Ia bekerja menjadi pemijat guna mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Berdasarkan keterangan warga, Santi belum lama bekerja sebagai terapis di tempat pijat Berkah, di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Selama ini ia indekos tak jauh dari tempatnya bekerja. "Belum lama kok, baru sekitar enam bulan dia kerja di sini. Sebelumnya dia praktik pijat di wilayah Kenongo, kemudian pindah ke sini," kata Pita (38), rekan Santi, Jumat (5/2/2021). Baca juga: Sidik Jari Pelaku Ditemukan, Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Mulai Terkuak
Selama bekerja di sini Pita memang berkawan dekat dengan Santi. Tiap hari Pita yang mengantar jemput Santi dari tempat kos ke tempat kerja. Namun, kurun waktu sebulan terakhir, ia jarang mengantar jemput Santi lantaran kesibukannya. "Saya biasanya yang antar jemput ke kos yang ada di wilayah Padangan ke sini (panti pijat), namun akhir-akhir ini saya sudah gak antar dia (korban), lalu dapat kabar seperti ini," terangnya.
Menurut Pita, biasanya Santi membuka panti pijat sejak pukul 08.00 WIB sampai jam 21.00 WIB. Bersama dua saudaranya yakni Saropah dan Ida yang juga sama-sama berasal dari Kabupaten Nganjuk. "Di situ adatiga orang yang menjadi tukang pijat, mereka satu keluarga asal Nganjuk. Selama ini juga baik-baik saja. Orangnya baik kok, saya juga kaget setelah tahu kabarnya kemarin itu," tandas Pita.
Sementara itu, hingga kini polisi masih berupaya mengungkap kasus pembunuhan Santi. Kendati sampai saat ini polisi masih kesulitan untuk mengungkap identitas pelaku pembunuhan yang kabur usai menghabisi Santi.
Selama ini ia indekos tak jauh dari tempatnya bekerja. "Belum lama kok, baru sekitar enam bulan dia kerja di sini. Sebelumnya dia praktik pijat di wilayah Kenongo, kemudian pindah ke sini," kata Pita (38), rekan Santi, Jumat (5/2/2021). Baca juga: Sidik Jari Pelaku Ditemukan, Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Mulai Terkuak
Selama bekerja di sini Pita memang berkawan dekat dengan Santi. Tiap hari Pita yang mengantar jemput Santi dari tempat kos ke tempat kerja. Namun, kurun waktu sebulan terakhir, ia jarang mengantar jemput Santi lantaran kesibukannya. "Saya biasanya yang antar jemput ke kos yang ada di wilayah Padangan ke sini (panti pijat), namun akhir-akhir ini saya sudah gak antar dia (korban), lalu dapat kabar seperti ini," terangnya.
Menurut Pita, biasanya Santi membuka panti pijat sejak pukul 08.00 WIB sampai jam 21.00 WIB. Bersama dua saudaranya yakni Saropah dan Ida yang juga sama-sama berasal dari Kabupaten Nganjuk. "Di situ adatiga orang yang menjadi tukang pijat, mereka satu keluarga asal Nganjuk. Selama ini juga baik-baik saja. Orangnya baik kok, saya juga kaget setelah tahu kabarnya kemarin itu," tandas Pita.
Sementara itu, hingga kini polisi masih berupaya mengungkap kasus pembunuhan Santi. Kendati sampai saat ini polisi masih kesulitan untuk mengungkap identitas pelaku pembunuhan yang kabur usai menghabisi Santi.
Lihat Juga :