Tanggul Sungai Utama di Mojokerto Longsor 6 Titik, Warga Kawatir Kebanjiran
Selasa, 02 Februari 2021 - 15:24 WIB
loading...
Tanggul sungai utama yang mengeliling wilayah Kota Mojokerto, longsor di enam titik. Warga kawatir akan terjadi banjir. Foto/iNews TV/Sholahudin
A
A
A
MOJOKERTO - Tanggul sungai utama yang mengelilingi wilayah Kota Mojokerto, longsor di enam titik . Kondisi ini membuat warga cemas, karena kawatir rumah mereka yang ada di balik tanggul tersebut bakal kebanjiran saat sungai meluap.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Maumere, Ratusan Rumah Warga dan Jalan Terendam Air
Sungai utama itu terdiri dari tiga aliran sungai, yakni Sungai Sadar, Sungai Cemporat, dan Sungai Brangkal. Tanggul longsor yang terparah ada di dua titik, yakni di Sungai Brangkal, masing-masing longsor sepanjang lima meter dan enam meter.
Salah seorang warga Naryo mengaku, warga merasa was-was longsor tanggul tersebut bisa menimbulkan banjir yang merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Sinoman, Kecamatan Kranggan. "Kami sudah berjaga di tanggul yang longsor secara bergantian," tuturnya.
Baca juga: Peneliti Unpad: 2 Pekan ke Depan Kasus COVID-19 di Indonesia Bisa Tembus 1,3 Juta
Pembangunan tanggul di ketiga sungai besar yang mengelilingi Kota Mojokerto, tidak bisa dilakukan oleh Pemkot Mojokerto, karena merupakan wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang terpusat di Solo.
Baca juga: Ketahuan Selingkuh dan dengan Sadis Bakar Istrinya, Pria Ini Nangis Ditembak Polisi
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, pihak BBWS telah menyiapkan anggaran untuk melakukan revitalisasi tanggul tersebut. "Kabarnya tinggal menunggu proses lelang. Apabila jebol dampaknya sangat besar, karena berada di tengah kota," tuturnya.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Maumere, Ratusan Rumah Warga dan Jalan Terendam Air
Sungai utama itu terdiri dari tiga aliran sungai, yakni Sungai Sadar, Sungai Cemporat, dan Sungai Brangkal. Tanggul longsor yang terparah ada di dua titik, yakni di Sungai Brangkal, masing-masing longsor sepanjang lima meter dan enam meter.
Salah seorang warga Naryo mengaku, warga merasa was-was longsor tanggul tersebut bisa menimbulkan banjir yang merendam ratusan rumah warga di Kelurahan Sinoman, Kecamatan Kranggan. "Kami sudah berjaga di tanggul yang longsor secara bergantian," tuturnya.
Baca juga: Peneliti Unpad: 2 Pekan ke Depan Kasus COVID-19 di Indonesia Bisa Tembus 1,3 Juta
Pembangunan tanggul di ketiga sungai besar yang mengelilingi Kota Mojokerto, tidak bisa dilakukan oleh Pemkot Mojokerto, karena merupakan wewenang dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang terpusat di Solo.
Baca juga: Ketahuan Selingkuh dan dengan Sadis Bakar Istrinya, Pria Ini Nangis Ditembak Polisi
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, pihak BBWS telah menyiapkan anggaran untuk melakukan revitalisasi tanggul tersebut. "Kabarnya tinggal menunggu proses lelang. Apabila jebol dampaknya sangat besar, karena berada di tengah kota," tuturnya.
(eyt)
Lihat Juga :