PPKM Tak Mempan Tekan COVID-19, Ganjar Ajak Warga Tetap di Rumah Selama 2 Hari
Senin, 01 Februari 2021 - 15:52 WIB
loading...
Foto dok/SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Ada solusi menarik yang ditawarkan oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo guna menekan angka penyebaran COVID-19. Ganjar mengajak seluruh masyarakat Jateng tetap di rumah saja selama dua hari.
Usulan itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanggulangan COVID-19 di kantornya, Senin (1/2/2021). Menurutnya, langkah itu layak dicoba mengingat peningkatan kasus COVID-19 tetap terjadi, meskipun sejumlah kebijakan telah diambil. Baca juga: Presiden Sebut Jilid Pertama PPKM Tak Efektif, Ganjar Usul Digelar Serentak
Bahkan, akibat kasus ini, sudah banyak orang meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan, romo kyai, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta lainnya. "Saya ingin mengusulkan, bisa tidak masyarakat menahan diri di rumah secara serentak. Namanya program Jateng di Rumah Saja. Kebijakan ini sedang kita siapkan, syukur-syukur di weekend ini kita di rumah saja semuanya. Jadi, saya pengen melihat Jawa Tengah sepi, minimal dua hari saja," katanya.
Ia menegaskan bahwa usulan itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan untuk membangun kesadaran bahwa COVID-19 memang benar-benar berbahaya. Saat ini lanjut dia, sudah banyak orang yang meninggal akibat terpapar virus ini. "Apakah kita tidak bisa membangun kesadaran itu. Kalau dua hari saja kita menjaga diri dan menahan diri untuk tidak keluar rumah, maka nanti bisa dilihat apakah ini bisa efektif," katanya.
Ia mengatakan bahwa gerakan Jateng di Rumah Saja busa mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah. Usulan itu telah ia sampaikan kepada seluruh bupati/wali kota dan minta ditindaklanjuti. "Intinya ya di rumah saja, jadi kita coba menahan diri dua hari saja, mungkin apa tidak. Anggap saja seperti camping di rumah, tidak keluar. Dengan cara itu, maka potensi terjadinya kerumunan pasti tidak terjadi. Juga aktivitas yang menimbulkan keramaian juga pasti tidak ada. Dengan cara itu, kita bisa menyetop penyebaran COVID-19," ujarnya.
Usulan itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanggulangan COVID-19 di kantornya, Senin (1/2/2021). Menurutnya, langkah itu layak dicoba mengingat peningkatan kasus COVID-19 tetap terjadi, meskipun sejumlah kebijakan telah diambil. Baca juga: Presiden Sebut Jilid Pertama PPKM Tak Efektif, Ganjar Usul Digelar Serentak
Bahkan, akibat kasus ini, sudah banyak orang meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan, romo kyai, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta lainnya. "Saya ingin mengusulkan, bisa tidak masyarakat menahan diri di rumah secara serentak. Namanya program Jateng di Rumah Saja. Kebijakan ini sedang kita siapkan, syukur-syukur di weekend ini kita di rumah saja semuanya. Jadi, saya pengen melihat Jawa Tengah sepi, minimal dua hari saja," katanya.
Ia menegaskan bahwa usulan itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan untuk membangun kesadaran bahwa COVID-19 memang benar-benar berbahaya. Saat ini lanjut dia, sudah banyak orang yang meninggal akibat terpapar virus ini. "Apakah kita tidak bisa membangun kesadaran itu. Kalau dua hari saja kita menjaga diri dan menahan diri untuk tidak keluar rumah, maka nanti bisa dilihat apakah ini bisa efektif," katanya.
Ia mengatakan bahwa gerakan Jateng di Rumah Saja busa mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah. Usulan itu telah ia sampaikan kepada seluruh bupati/wali kota dan minta ditindaklanjuti. "Intinya ya di rumah saja, jadi kita coba menahan diri dua hari saja, mungkin apa tidak. Anggap saja seperti camping di rumah, tidak keluar. Dengan cara itu, maka potensi terjadinya kerumunan pasti tidak terjadi. Juga aktivitas yang menimbulkan keramaian juga pasti tidak ada. Dengan cara itu, kita bisa menyetop penyebaran COVID-19," ujarnya.
Lihat Juga :