Seleksi Jubir KPK Tanpa Hasil, Wanita Cantik Asal Manado Ini Sebut Mubazir
Sabtu, 30 Januari 2021 - 00:13 WIB
loading...
A
A
A
Pertanyaan lain adalah pernyataan yang disampaikan di laman peserta, bahwa masing-masing peserta dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan, namun dari setiap seleksi yang dijalani, ke lima orang yang tersisa dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya, dengan demikian dinyatakan memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan.
Baca juga: Kunjungi Kintamani, Menparenkraf Sandiaga Uno Mampir Nyeruput Espresso
"Tahap akhir adalah wawancara dengan Komisioner KPK , namun batal dilaksanakan, sehingga apa yang menjadi dasar bahwa lima orang yang dinyatakan lolos ketahap selanjutnya dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan?" kata Susan.
Sebenarnya apa tujuan seleksi ini, dan apa yang dicari untuk mengisi posisi Jubir KPK . Apa tidak ada yang mampu di antara 2.174 orang yang merasa terpanggil. Bagaimana dengan peserta yang sudah lolos seleksi bahkan sampai melalui tiga tahapan seleksi, serta dinyatakan lolos ke tahap akhir yang tidak dilaksanakan, tiba-tiba dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan. Proses seleksi melalui pihak ke tiga, siapa yang salah, KPK atau pihak ke tiga sebagai penyelenggara seleksi?.
Baca juga: Pasien COVID-19 Membeludak, Pemkot Surabaya Sulap Area Mall Jadi Rumah Sakit
Berapa uang negara yang sudah dikeluarkan dalam seleksi ini. Kalau seleksi ini tidak ada hasil apakah akan dibuat seleksi jilid dua. Siapa lagi yang mau ditargetkan untuk mendaftar. Apakah ada yang ditunggu untuk mendaftar di seleksi ini, atau sudah ada yang dipersiapkan untuk posisi ini. Jika akan dilakukan seleksi terbuka lagi, siapa yang harus mengawasi proses seleksi ini agar berjalan fair. "Entahlah, yang pasti yang bisa saya katakan adalah seleksi Jubir KPK adalah seleksi yang mubazir dan menghamburkan uang negara," tegas Susan.
Bagaimana bisa lembaga anti rasuah yang besar dan menjadi kebanggaan serta tumpuan harapan masyarakat Indonesia, melaksanakan seleksi Jubir saja tidak beres. "Padahal saya menaruh harapan besar bahwa seleksi Jubir KPK benar-benar obyektif, tanpa kepentingan apapun apalagi intervensi dari manapun," pungkasnya.
Baca juga: Kunjungi Kintamani, Menparenkraf Sandiaga Uno Mampir Nyeruput Espresso
"Tahap akhir adalah wawancara dengan Komisioner KPK , namun batal dilaksanakan, sehingga apa yang menjadi dasar bahwa lima orang yang dinyatakan lolos ketahap selanjutnya dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan?" kata Susan.
Sebenarnya apa tujuan seleksi ini, dan apa yang dicari untuk mengisi posisi Jubir KPK . Apa tidak ada yang mampu di antara 2.174 orang yang merasa terpanggil. Bagaimana dengan peserta yang sudah lolos seleksi bahkan sampai melalui tiga tahapan seleksi, serta dinyatakan lolos ke tahap akhir yang tidak dilaksanakan, tiba-tiba dinyatakan tidak memenuhi kualifikasi sesuai yang dipersyaratkan. Proses seleksi melalui pihak ke tiga, siapa yang salah, KPK atau pihak ke tiga sebagai penyelenggara seleksi?.
Baca juga: Pasien COVID-19 Membeludak, Pemkot Surabaya Sulap Area Mall Jadi Rumah Sakit
Berapa uang negara yang sudah dikeluarkan dalam seleksi ini. Kalau seleksi ini tidak ada hasil apakah akan dibuat seleksi jilid dua. Siapa lagi yang mau ditargetkan untuk mendaftar. Apakah ada yang ditunggu untuk mendaftar di seleksi ini, atau sudah ada yang dipersiapkan untuk posisi ini. Jika akan dilakukan seleksi terbuka lagi, siapa yang harus mengawasi proses seleksi ini agar berjalan fair. "Entahlah, yang pasti yang bisa saya katakan adalah seleksi Jubir KPK adalah seleksi yang mubazir dan menghamburkan uang negara," tegas Susan.
Bagaimana bisa lembaga anti rasuah yang besar dan menjadi kebanggaan serta tumpuan harapan masyarakat Indonesia, melaksanakan seleksi Jubir saja tidak beres. "Padahal saya menaruh harapan besar bahwa seleksi Jubir KPK benar-benar obyektif, tanpa kepentingan apapun apalagi intervensi dari manapun," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :