Soal Kebangkrutan Saung Udjo, Disbudpar Usulkan Ada Insentif bagi Industri Pariwisata
Senin, 25 Januari 2021 - 06:48 WIB
loading...
Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung telah mengusulkan agar industri pariwisata yang terkena dampak pandemi COVID-19 bisa mendapat pendanaan atau intensif.
Menurut Kepala Disbudpar Kota Bandung Dewi Kania Sari, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap sejumlah sektor pariwisata dan kebudayaan lainnya yang kini sangat terdampak COVID-19. Selain itu, koordinasi dengan satgas penanganan corona juga terus berjalan. Baca juga: Travel Bandung-Cirebon Terguling di Pantura, 7 Penumpang Terluka
"Saya sudah berkoordinasi dengan Disparbud Jabar dan Kemenpar, serta DPR. Intinya adalah mudah-mudahan untuk bantuan dampak ke industri pariwisata bisa ditambah, selain hotel dan restoran juga objek wisata," kata dia, Minggu (24/1/2021).
Dia berharap, pemerintah pusat dapat merasakan himpitan pengelola sektor pariwisata dan kebudayaan seperti Saung Angklung Udjo (SAU). Pusat angklung ini terancam bangkrut akibat tidak ada pengunjung. Sehingga Ke depan, bantuan atau kerjasama antara pemerintah pusat dan pelaku pariwisata bisa terjalin.
"Kita mendiversi kegiatan kita jadi virtual salah satunya sambil menunggu mempersiapkan sertifikasi SDM-nya. Koordinasi sama Kemenpar CHSE, sertifikasi profesi untuk seniman kita siapkan sambil menunggu COVID-19 berlalu," kata dia. Baca juga:
Begini Cara Gurbenur Gorontalo Perjuangkan Nasib Pelajar Daerah
Menurut Kepala Disbudpar Kota Bandung Dewi Kania Sari, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap sejumlah sektor pariwisata dan kebudayaan lainnya yang kini sangat terdampak COVID-19. Selain itu, koordinasi dengan satgas penanganan corona juga terus berjalan. Baca juga: Travel Bandung-Cirebon Terguling di Pantura, 7 Penumpang Terluka
"Saya sudah berkoordinasi dengan Disparbud Jabar dan Kemenpar, serta DPR. Intinya adalah mudah-mudahan untuk bantuan dampak ke industri pariwisata bisa ditambah, selain hotel dan restoran juga objek wisata," kata dia, Minggu (24/1/2021).
Dia berharap, pemerintah pusat dapat merasakan himpitan pengelola sektor pariwisata dan kebudayaan seperti Saung Angklung Udjo (SAU). Pusat angklung ini terancam bangkrut akibat tidak ada pengunjung. Sehingga Ke depan, bantuan atau kerjasama antara pemerintah pusat dan pelaku pariwisata bisa terjalin.
"Kita mendiversi kegiatan kita jadi virtual salah satunya sambil menunggu mempersiapkan sertifikasi SDM-nya. Koordinasi sama Kemenpar CHSE, sertifikasi profesi untuk seniman kita siapkan sambil menunggu COVID-19 berlalu," kata dia. Baca juga:
Begini Cara Gurbenur Gorontalo Perjuangkan Nasib Pelajar Daerah
Lihat Juga :