Politikus Senior Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Meninggal karena Covid-19
Jum'at, 22 Januari 2021 - 14:50 WIB
loading...
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Kardin, meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
BEKASI - Kabar duka datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi. Salah satu anggotanya, Kardin, meninggal dunia karena terpapar Covid-19.
Politikus senior Partai Golkar ini sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit. "Iya, benar, meninggal Kamis (21/1/2021)) sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Jumat (22/1/2021).
Baca juga: Ruang ICU Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tersisa 25 Kamar
Menurut dia, sebelum meninggal Kardin sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. Hasil diagnosa, almarhum masih terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum meninggal dunia. ”Info dari rumah sakit begitu (positif). Beliau dirawat di RSUD Cibitung,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Kabupaten Bekasi Sumarti mengatakan, Kardin baru satu malam dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi sebelum dinyatakan meninggal. Hanya saja, Sumarti tidak bisa menjelaskan kondisi almarhum sebelum meninggal, apakah masuk kategori bergejala atau tidak.
Baca juga: Kasihan Kabupaten Bekasi Belum Terima Vaksin Corona
Politikus senior Partai Golkar ini sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit. "Iya, benar, meninggal Kamis (21/1/2021)) sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Jumat (22/1/2021).
Baca juga: Ruang ICU Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tersisa 25 Kamar
Menurut dia, sebelum meninggal Kardin sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi. Hasil diagnosa, almarhum masih terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum meninggal dunia. ”Info dari rumah sakit begitu (positif). Beliau dirawat di RSUD Cibitung,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Kabupaten Bekasi Sumarti mengatakan, Kardin baru satu malam dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi sebelum dinyatakan meninggal. Hanya saja, Sumarti tidak bisa menjelaskan kondisi almarhum sebelum meninggal, apakah masuk kategori bergejala atau tidak.
Baca juga: Kasihan Kabupaten Bekasi Belum Terima Vaksin Corona
Lihat Juga :