Tahun 2020 Sesar Lembang Tak Timbulkan Gempa Bumi, Ini Kewaspadaan BMKG

loading...
Tahun 2020 Sesar Lembang Tak Timbulkan Gempa Bumi, Ini Kewaspadaan BMKG
Sesar Lembang membentang dari Bandung Barat, Lembang, hingga Jatinangor. Foto/Ist
BANDUNG - Bagi Anda yang tinggal di Bandung Raya, mungkin tidak asing dengan Sesar Lembang. Patahan sepanjang 29 km yang diprediksi sewaktu waktu bakal bergerak dan menimbulkan gempa bumi dengan magnitudo antara 6 hingga 7 skala richter (SR).

Gempa bumi ini dikhawatirkan akan membuat efek rusak ringan hingga berat di Bandung raya. Tak hanya Sesar Lembang, di Jabar terdapat beberapa sesar lainnya yang juga aktif. Setidaknya ada Sesar Cimandiri, Sesar Garsela (Garut Selatan), Sesar Citarik, serta Sesar Baribis.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , telah memasang beberapa alat seismograf untuk mencatat kejadian pergerakan tanah di sesar ini. Tujuannya, agar sekecil apapun pergerakan tanah atau gempa bumi di Sesar Lembang dapat terdeteksi.

Kendati begitu, pada tahun 2020 lalu, BMKG tidak mendeteksi terjadinya gempa bumi di Sesar Lembang yang membentang dari Bandung Barat, Lembang, hingga Jatinangor, Sumedang. Padahal, tahun lalu, BMKG mencatat ada 992 kejadian gempa bumi sepanjang Januari hingga Desember 2020.



"Selama dua tahun, takut 2019 dan 2020, tidak ada gempa yang diakibatkan oleh Sesar Lembang," kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu kepada MNC News Portal, Jumat (22/1/2021).

Kendati begitu, tak hanya sesar Lembang yang terpantau tidur nyenyak selama tahun 2020 ini. Sesar lainnya juga tidak menunjukkan kejadian yang menyebabkan gempa bumi.

Baca juga: Diterpa Pandemi, Minat Warga Bandung Mengakses Aplikasi Kesehatan Tinggi



Menurut dia, pada tahun 2020 sesar-sesar lokal yang ada di daratan seperti Sesar Cimandiri, Sesar Garsela, Sesar Lembang, Sesar Citarik serta Sesar Baribis relatif kurang aktif.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top