Polisi dan Komnas Ham Diminta Lakukan Tindakan Hukum terhadap Pembunuhan Tokoh Bone

Kamis, 21 Januari 2021 - 09:12 WIB
loading...
Polisi dan Komnas Ham...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Bareskrim Polri dan Komnas Ham diminta untuk melakukan penyelidikan maupun penyidikan terhadap oknum aparat Bea Cukai di Provinsi Kepulauan Riau.

Oknum diduga melakukan tindakan extra yudicial killing, yaitu pembunuhan di luar proses peradilan terhadap tokoh dan pengusaha Bone, Sulawesi Selatan , yang dikenal dengan nama Haji Permata.

Tindakan itu diduga merupakan pelanggaran Ham berat sehingga kedua institusi itu diminta turun bersama-sama.

“Ini menurut kami termasuk pelanggaran ham berat dan perbuatan extra yudicial killing, karena orang sudah kehilangan hak untuk memperoleh peradilan. Dalam waktu dekat kita akan membuat laporan ke Bareskrim Polri dan Komnas Ham,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Kerukunan Keluarga Masyarakat (DPN KKM) Bone, Sulawesi Selatan, HM Rusdi Taher, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Seseorang itu, lanjut mantan Kajati DKI Jakarta ini, mempunyai 2 hak asasi, yaitu hak untuk hidup dan hak untuk diperlakukan secara adil. Kalau dia diduga bersalah, ada kewajiban aparat untuk membawa ke meja hijau, dan pengadilan lah yang akan membuktikan tuduhan ataupun sangkaan itu benar atau tidak.

“Bukan dilakukan pembunuhan sebelum diadili, karenanya kami minta Bareskrim dan Komnas Ham melakukan tindakan hukum, supaya extra yudicial killing seperti ini tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang,” kata Rusdi Taher yang juga sebagai Anggota Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Rusdi Taher mengutuk keras tindakan oknum tersebut yang diduga sebagai pelaku pembunuhan di perairan Tembilahan, Kepulauan Riau pada Jumat 15 Januari lalu terhadap Haji Permata, yang merupakan mantan Ketua BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam.

Namun demikian, Rusdi menghimbau kepada warga Bone yang ada di Kepri atau dimanapun berada supaya tetap tenang dan tidak emosi berlebihan. "Mari tetap tunjukkan citra dan marwah warga Bone yang santun, kita percayakan kepada pihak berwajib serta tidak perlu mengambil tindakan yang justru melanggar hukum," himbau Rusdi.

Sementara itu Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto, saat pertemuan dengan para masyarakat yang tergabung dalam KKSS Batam dan Karimun serta Forkopinda kemarin mengatakan, dirinya siap dicopot dari jabatannya jika dinyatakan bersalah secara hukum.

“Saya setuju dengan tuntutan yang disampaikan KKSS, jika nantinya secara hukum benar ada pelanggaran dan jika seandainya saya harus bertanggungjawab, untuk itu saya siap dipecat dari jabatan saya,” kata Agus.

Baca juga: Bendahara Pemkot Bima Memiliki Utang Ratusan Juta Sejak 2016, DPRD Gelar RDP Tertutup

Secara pribadi sebagai seorang muslim, sebagai pimpinan dan jajaran, Agus juga menyampaikan ikut berduka cita.

“Saya setuju dengan semua yang disampaikan KKSS dan jika saya berada pada posisi bapak-bapak persis tentunya sama apa yang dirasakan dan pasti menuntut hak, karena saya punya keluarga juga,” tutur Agus.

Baca juga: Mahasiswa Cantik Gantung Diri di Rumahnya, Sempat Pamit Kepada Kekasihnya

Di tempat terpisah, Ketua DPD Granat Kepri Syamsul Paloh dengan adanya kejadian ini meminta agar aparat penegak hukum bisa membongkar mafia penyelundup dan kuota. "Kami mendukung agar aparat DJBC untuk membongkar mafia penyelundup dan mafia kuota di wilayah hukum kanwil BC Kepri," pinta Syamsul.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Ungkap...
Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Hanania Travel Sudah Bermasalah Sejak 2023
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
Rekomendasi
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Infografis
4 Pejabat dan Tokoh...
4 Pejabat dan Tokoh Indonesia Alumni Harvard University
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved