Banjir Kalsel, Apkasindo Sebut LSM Jangan Salahkan Pemerintah dan Sawit
Rabu, 20 Januari 2021 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, di Kalimantan Selatan luas perkebunan kelapa sawit 549 ribu hektar atau sekitar 3,36% dari total luas sawit Indonesia.
"Sementara di Riau sudah mencapai 4,02 juta hektar (26 persen), tapi di Riau jika musim hujan bukan tidak ada banjir, tapi kita di Riau tidak langsung menyalahkan sawit. Yang diperlukan saat ini adalah bagaimana memperbaiki dan meningkatkan peran dan konsep sawit berkelanjutan (sustainable) apalagi pemerintah sudah menerbitkan Inpres No 6 2019 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) sawit berkelanjutan," tandasnya.
Gulat menyatakan petani sawit saat ini mengelola 41 persen sawit di Indonesia tertantang dengan konsep RAN sawit berkelanjutan. Dia menegaskan, bahwa petani berusaha untuk bisa mengikuti Konsep RAN.
"Niat Petani sawit ini harus dihormati oleh semua pihak, meskipun kami harus menempuh jalan panjang untuk menuju ke sana," jelasnya.
Dirinya heran mengapa pada pemberitaan sebelumnya LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) justru sudah menyimpulkan bahwa penyebab banjir adalah perkebunan, dengan indikator area perkebunan meluas cukup signifikan 219.000 hektare pada sepuluh tahun terakhir di Kalimantan Selatan.
"Sementara di Riau sudah mencapai 4,02 juta hektar (26 persen), tapi di Riau jika musim hujan bukan tidak ada banjir, tapi kita di Riau tidak langsung menyalahkan sawit. Yang diperlukan saat ini adalah bagaimana memperbaiki dan meningkatkan peran dan konsep sawit berkelanjutan (sustainable) apalagi pemerintah sudah menerbitkan Inpres No 6 2019 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) sawit berkelanjutan," tandasnya.
Gulat menyatakan petani sawit saat ini mengelola 41 persen sawit di Indonesia tertantang dengan konsep RAN sawit berkelanjutan. Dia menegaskan, bahwa petani berusaha untuk bisa mengikuti Konsep RAN.
"Niat Petani sawit ini harus dihormati oleh semua pihak, meskipun kami harus menempuh jalan panjang untuk menuju ke sana," jelasnya.
Dirinya heran mengapa pada pemberitaan sebelumnya LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) justru sudah menyimpulkan bahwa penyebab banjir adalah perkebunan, dengan indikator area perkebunan meluas cukup signifikan 219.000 hektare pada sepuluh tahun terakhir di Kalimantan Selatan.
Lihat Juga :