Bupati Cirebon Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir

Selasa, 19 Januari 2021 - 23:46 WIB
loading...
Bupati Cirebon Tetapkan...
Warga terpaksa menerobos banjir yang mulai menggenangi pemukiman penduduk di Kabupaten Cirebon, Selasa (19/1/2021). Foto: Okezone/Fathnur Rohman
A A A
CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menetapkan status tanggap darurat untuk peristiwa banjir yang melanda tujuh kecamatan, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Keputusan itu tertuang dalam Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana Nomor: 360/96/BPBD.

Dalam surat itu, Imron menetapkan status keadaan darurat di Kabupaten Cirebon selama 14 hari, terhitung mulai dari tanggal 17 Januari sampai 30 Januari 2021.

Baca juga: Banjir Rendam 7 Kecamatan, Warga Gunakan Pompa Surutkan Air

Dia juga menyebutkan, ada tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terdampak banjir. Tujuh kecamatan ini di antaranya, Kecamatan Plered, Kecamatan Klangenan, Kecamatan Tengah Tani, Kecamatan Suranenggala, Kecamatan Susukan, Kecamatan Panguragan, dan Kecamatan Gunungjati.

“Telah terjadi bencana banjir di Kabupaten Cirebon pada hari Minggu 17 Januari 2021 dengan cakupan lokasi terlampir. Untuk melaksanakan pasal 21 ayat 1 huruf b, pasal 23 ayat 2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 21/2008 tentang penyelanggaran penaggulangan bencana, Bupati Cirebon menetapkan status tanggap darurat bencana,” kata Imron dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (19/1/2021) sore.

Baca juga: SAR Bandung Fokus Gali Rumah Longsor Pertama, Cari 8 Korban Tersisa

Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Cirebon, sedikitnya ada 6.752 unit rumah di tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang terendam banjir. Sedangkan, untuk jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 28.683 jiwa dan diungsikan sekitar 114 jiwa.

Sebelumnya, pada Selasa (19/1/2021) pagi, banjir masih merendam sejumlah titik di Kabupaten Cirebon. Seperti di Desa Suranenggala Kulon.

Baca juga: Dramatis Detik-detik Ibu Hamil korban Gempa Majene Melahirkan di Tenda Darurat dengan Alat Seadanya

Camat Kecamatan Suranenggala, Indra Fitriani menyebutkan, banjir yang terjadi di Desa Suranenggala Kulon disebabkan oleh luapan air Sungai Winong. “Ketinggian air bervariasi, hingga 75 sentimeter lebih. Sudah ada beberapa wilayah yang mulai surut," ujar Indra.

Sebelumnnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan menjelaskan ada sebanyak tujuh kecamatan di Cirebon yang terdampak banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi Kabupaten Cirebon, sehingga mengakibatkan sejumlah sungai meluap.

Baca juga: Waspada, Bencana Longsor Ancam Provinsi Jabar hingga Mei 2021

Menurut Alex, awalnya ada empat kecamatan yang terdampak banjir. Namun, jumlahnya bertambah menjadi tujuh kecamatan. “Sejumlah sungai meluap akibat curah hujan tinggi. Awalnya ada empat kecamatan. Sekarang tambah jadi tujuh kecamatan," kata Alex.

Alex menyebutkan, wilayah terdampak parah yakni Kecamatan Susukan dan Kecamatan Panguragan, ketinggian air di wilayah tersebut sempat menyentuh satu meter lebih. “Kalau ketinggian ada yang mencapai 120 sentimeter. Daya surutnya memang kurang di dua kecamatan itu,” tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Banjir Bogor dan Jakarta:...
Banjir Bogor dan Jakarta: Alarm Keras Transformasi Tata Kota Berbasis Air
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Banjir Landa Kampung...
Banjir Landa Kampung Jati Jakarta Timur di Hari Kedua Lebaran
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved