Kisah Komjen Listyo Sigit Ikut Membantu Pembangunan Pesantren Tebuireng 08 Banten
Minggu, 17 Januari 2021 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Ahmad menyebut Sigit juga sangat perhatian dengan kegiatan agama. Itu dibuktikan melalui kehadiri dirinya pada setiap acara keagamaan. "Kesan saya selama beliau jadi kapolda luar biasa. Sulit sekali menemukan keburukan beliau," tandasnya.
Ahmad sangat mendukung keputusan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang menunjuk Komjen Sigit sebagai calon tunggal Kapolri. "Pesan saya ke Pak Sigit laksanakan program Promoter, Insyaallah Polri akan lebih baik dan dicintai masyarakat," tutupnya.
![Kisah Komjen Listyo Sigit Ikut Membantu Pembangunan Pesantren Tebuireng 08 Banten]()
Pimpinan Pondok Pesantren TQN Al-Mubarok Cinangka Raden KH Muhammad Yusuf Prianadi. Foto/Ist
Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren TQN Al-Mubarok Cinangka Raden KH Muhammad Yusuf Prianadi tak bisa menahan air matanya saat menceritakan sosok Listyo Sigit saat masih menjabat Kapolda Banten. "Sulit sekali saya menjelaskan kebaikan beliau, karena ini sudah bicara hati," kata Yusuf kepada wartawan terpisah.
Dia mengatakan, perilaku dan perbuatan Sigit sangat identik dengan ajaran Islam. Meskipun bukan Muslim namun kecintaannya kepada pesantren dan pemuka agama sangat luar biasa. "Begitu juga dengan budaya Banten, beliau sangat peduli terhadap perguruan pencak silat," katanya.
Ahmad sangat mendukung keputusan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang menunjuk Komjen Sigit sebagai calon tunggal Kapolri. "Pesan saya ke Pak Sigit laksanakan program Promoter, Insyaallah Polri akan lebih baik dan dicintai masyarakat," tutupnya.

Pimpinan Pondok Pesantren TQN Al-Mubarok Cinangka Raden KH Muhammad Yusuf Prianadi. Foto/Ist
Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren TQN Al-Mubarok Cinangka Raden KH Muhammad Yusuf Prianadi tak bisa menahan air matanya saat menceritakan sosok Listyo Sigit saat masih menjabat Kapolda Banten. "Sulit sekali saya menjelaskan kebaikan beliau, karena ini sudah bicara hati," kata Yusuf kepada wartawan terpisah.
Dia mengatakan, perilaku dan perbuatan Sigit sangat identik dengan ajaran Islam. Meskipun bukan Muslim namun kecintaannya kepada pesantren dan pemuka agama sangat luar biasa. "Begitu juga dengan budaya Banten, beliau sangat peduli terhadap perguruan pencak silat," katanya.
(shf)
Lihat Juga :