PHE WMO Ubah Lahan Tandus Jadi Lahan Subur Penghasil Tanaman Hortikultura
Rabu, 13 Januari 2021 - 05:28 WIB
loading...
A
A
A
Pendamping program, Nurudin mengungkapkan, target awal adalah memanfaatkan lahan tidur dengan melakukan intensifikasi pertanian biaya murah. Tingginya biaya pertanian dikarenakan umumnya menggunakan pola pertanian dengan obat-obatan.
Keuntungan yang kecil, membuat banyak warga memilih merantau atau sebagai kuli bangunan. "Bagaimana pertanian bisa menghidupi masyarakat di sini. Kami kenalkan teknologi tepat guna, murah, dan bisa mudah dicontoh masyarakat," terangnya.
Field Manager PHE WMO, Sapto Agus Sudarmanto mengatakan, melalui program pertanian di Bandang Dajah ini, dia berharap bisa memunculkan kemandirian dan potensi peningkatan ekonomi melalui pertanian organik dan hemat biaya.
“Sebelum di Desa Bandang Dajah, kami juga telah berkontribusi dalam penyediaan fasilitas air bersih dan pembentukan HPAM Sumber Barokah. Programnya adalah pemboran dan pipanisasi melalui rumah warga,” katanya.
Keuntungan yang kecil, membuat banyak warga memilih merantau atau sebagai kuli bangunan. "Bagaimana pertanian bisa menghidupi masyarakat di sini. Kami kenalkan teknologi tepat guna, murah, dan bisa mudah dicontoh masyarakat," terangnya.
Field Manager PHE WMO, Sapto Agus Sudarmanto mengatakan, melalui program pertanian di Bandang Dajah ini, dia berharap bisa memunculkan kemandirian dan potensi peningkatan ekonomi melalui pertanian organik dan hemat biaya.
“Sebelum di Desa Bandang Dajah, kami juga telah berkontribusi dalam penyediaan fasilitas air bersih dan pembentukan HPAM Sumber Barokah. Programnya adalah pemboran dan pipanisasi melalui rumah warga,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :