Pemkab Sleman Tak Akan Beri Sanki Denda Warga yang Tolak Divaksin

loading...
Pemkab Sleman Tak Akan Beri Sanki Denda Warga yang Tolak Divaksin
Foto/ilustrasi SINDOnews
SLEMAN - Pemkab Sleman menegaskan tidak akan memberikan sanksi denda kepada warga yang menolak divaksin COVID-19 . Namun akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi ke sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan meski dalam UU No 6/2018 tentang kekarantinaan kesehatan bagi yang menghalangi penanggulangan penyebaran penyakit ada sanksinya, sehingga bagi yang menolak divaksin bisa diberikan tindakan tegas. (Baca juga: Vaksinasi COVID-19, Sleman Siapkan 52 Faskes dan 156 Vaksinator)

Sebab vaksin harus dilaksanakan dan wajib. “Sleman tidak akan menerapkan sanksi denda atau adminisrasu lainnya bagi yang menolak divaksin, melainkan lebih ke persuasif dan edukasi langsung,” kata Joko, Selasa (12/1/2021).

Joko menjelaskan meski tidak ada sanksi denda, pihaknya berharap dengan langkah persuasif dan kesadaran tinggi warga Sleman bisa menerima vaksin guna mencegah penyebaran COVID-19. Kick off vaksin COVID-19 di Sleman direncanakan, Kamis (14/1/2021).



Pertama kali akan diberikan kepada bupati Sleman Sri Purnomo bersama Forkompinda dan influencer dr Tirta Mandiri Hudhi atau yang akrab disapa dr Tirta. Pelaksaaan vaksin COVID-19 di Puskesmas Ngenplak 2. (Baca juga: Pemkab Sleman Ajukan 15.000 Dosis Vaksin COVID-19, Prioritas SDM Kesehatan)

Sedangkan untuk tahap pertama akan diprioritaskan kepada sumber daya manusia tenaga kesehatan (Nakes). Sleman telah menyiapkan 52 pelayanan kesehatan (yankes), terdiri dari 25 puskesmas, 24 rumah sakit dan 3 klinik yang ada di Sleman dan masing-masing 3 vaksinator di setiap yankes.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top