Pemerintah Siapkan Bus Gratis Angkut Pengguna KRL Commuter Line
Jum'at, 15 Mei 2020 - 09:29 WIB
loading...
Kondisi KRL Jabodetabek sebelum masa PSBB. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Para pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek diminta agar tidak memaksakan diri untuk naik jika memang kapasitas penumpang sesuai dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah terpenuhi. Pengguna KRL bisa menggunakan moda transportasi lain.
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti mengatakan, jika kondisi penumpang tetap padat di massa PSBB, pemerintah akan menyediakan angkutan bus alternatif bagi pengguna KRL Commuter Line.
“Bus tersebut akan dioperasionalkan jika terjadi kondisi memaksa dimana terjadi kepadatan jumlah penumpang KRL pada waktu tertentu,” kata Polana di Jakarta, Jumat (15/5/2020). (Baca juga: Akibat Wabah Corona, Jumlah Pengguna KRL Turun Hampir 70%
Polana menegaskan bahwa angkutan alternatif bus itu sama sekali tidak dipungut biaya. Namun pengguna tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Para pengguna KRL dapat memanfaatkan alternatif angkutan dari dan ke Jakarta ini tanpa dipungut biaya. Dalam memberikan layanan, bus juga diatur mengikuti protokol Covid-19 antara lain kapasitas hanya 25 orang (50% dari kapasitas) setiap bus sehingga tempat duduk pengguna tetap berjarak satu sama lain, dan seluruhnya wajib menggunakan masker,” tandasnya. (Baca juga: Mulai Selasa, Operasional KRL Commuter Line hanya Sampai Jam 8 Malam)
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti mengatakan, jika kondisi penumpang tetap padat di massa PSBB, pemerintah akan menyediakan angkutan bus alternatif bagi pengguna KRL Commuter Line.
“Bus tersebut akan dioperasionalkan jika terjadi kondisi memaksa dimana terjadi kepadatan jumlah penumpang KRL pada waktu tertentu,” kata Polana di Jakarta, Jumat (15/5/2020). (Baca juga: Akibat Wabah Corona, Jumlah Pengguna KRL Turun Hampir 70%
Polana menegaskan bahwa angkutan alternatif bus itu sama sekali tidak dipungut biaya. Namun pengguna tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Para pengguna KRL dapat memanfaatkan alternatif angkutan dari dan ke Jakarta ini tanpa dipungut biaya. Dalam memberikan layanan, bus juga diatur mengikuti protokol Covid-19 antara lain kapasitas hanya 25 orang (50% dari kapasitas) setiap bus sehingga tempat duduk pengguna tetap berjarak satu sama lain, dan seluruhnya wajib menggunakan masker,” tandasnya. (Baca juga: Mulai Selasa, Operasional KRL Commuter Line hanya Sampai Jam 8 Malam)
Lihat Juga :