Tak Terpengaruh PPKM di Tangsel, Pengusaha Kuliner Dongkrak Penjualan Melalui Daring
Senin, 11 Januari 2021 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengakui, pembatasan PPKM yang diberlakukan pemerintah saat ini memberi dampak dan tantangan berat bagi bisnis kulinernya. Namun jika dihadapi dengan berbagai strategi promo dan pemasaran yang baik, maka pandemi justru memberi peluang besar bagi perkembangan usaha kuliner.
"Optimisme kita main di daring dengan pendekatan ke aplikasi Ojol. Kita adakan promo besar-besaran, dan omset terbesar itu dari Ojol sisanya Dine In. Kita agak susah, kita harus adaptif meskipun ada pandemi seperti ini. Kita membuka usaha buat teman-teman, Alhamdulillah kita buka lapangan kerja baru 30 cabang lagi di masa pandemi ini," bebernya.
Dari total 37 cabang yang ada, kuliner "Sei Sapiku" setidaknya telah memekerjakan 1.000 pegawai. Perekrutannya pun lebih pada nilai sosial, yakni di mana mereka yang diterima rata-rata adalah karyawan yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi. (Baca juga: Jelang PPKM, Kapolda Jatim Tinjau Kampung Tangguh Semeru di Sidoarjo )
"Mereka kita rekrut dari karyawan-karyawan yang di PHK dari tempat kerjanya. Menurut saya ini kesempatan baik, ketika orang- orang pada ngerem tapi kita ngegas buka cabang terus. Jadi nanti saat kondisi sudah normal, kita sudah mulai duluan," tutur Taslim.
Meski memerluas cabang baru di masa pandemi, satu hal yang paling ditekankan pengelola "Sei Sapiku", yaitu pengetatan protokol kesehatan. Pengunjung yang datang memesan, wajib melalui pemeriksaan suhu dan masker di pintu masuk. "Cek suhu dan prokes lainnya itu sudah wajib sejak awal kita ketatkan," tandasnya.
"Optimisme kita main di daring dengan pendekatan ke aplikasi Ojol. Kita adakan promo besar-besaran, dan omset terbesar itu dari Ojol sisanya Dine In. Kita agak susah, kita harus adaptif meskipun ada pandemi seperti ini. Kita membuka usaha buat teman-teman, Alhamdulillah kita buka lapangan kerja baru 30 cabang lagi di masa pandemi ini," bebernya.
Dari total 37 cabang yang ada, kuliner "Sei Sapiku" setidaknya telah memekerjakan 1.000 pegawai. Perekrutannya pun lebih pada nilai sosial, yakni di mana mereka yang diterima rata-rata adalah karyawan yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi. (Baca juga: Jelang PPKM, Kapolda Jatim Tinjau Kampung Tangguh Semeru di Sidoarjo )
"Mereka kita rekrut dari karyawan-karyawan yang di PHK dari tempat kerjanya. Menurut saya ini kesempatan baik, ketika orang- orang pada ngerem tapi kita ngegas buka cabang terus. Jadi nanti saat kondisi sudah normal, kita sudah mulai duluan," tutur Taslim.
Meski memerluas cabang baru di masa pandemi, satu hal yang paling ditekankan pengelola "Sei Sapiku", yaitu pengetatan protokol kesehatan. Pengunjung yang datang memesan, wajib melalui pemeriksaan suhu dan masker di pintu masuk. "Cek suhu dan prokes lainnya itu sudah wajib sejak awal kita ketatkan," tandasnya.
(mhd)
Lihat Juga :