Kenali Ciri dan Gejala COVID-19 pada Pernapasan
Minggu, 10 Januari 2021 - 12:47 WIB
loading...
Kenali Ciri dan Gejala COVID-19 pada Pernapasan. Foto/Ist
A
A
A
LUBUKLINGGAU - Melalui kerja sama program "Dokter Kita", Siloam Hospitals Silampari mengadakan edukasi kesehatan bertajuk "Ciri dan Gejala Covid-19 pada Pernapasan.
Dokter spesialis paru paru dari Siloam Hospitals Silampari dr Indra Barata SpP melalui kanal Instagram Live mengatakan, virus Corona selain secara umum merusak sistem pernapasan pada organ manusia. Virus ini pun dapat menginfeksi organ paru paru dari tingkat akut hingga penyebab kematian. (Baca juga: Merasakan Gejala COVID-19 Saat Berlibur? Jangan Panik, Ini yang Harus Dilakukan! )
"Pada beberapa kasus yang kami tangani, penanganan kasus dari virus corona ini menyebabkan Pneumonide atau infeksi pada organ paru-paru," kata dr Indra Barata SpP di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Sabtu (9/1/2021). (Baca juga: Siloam Hospital Manado Gelar Health Talk Bahas Stroke )
Menurut Indra, selain tiga gejala umum terpapar Corona yaitu timbulnya demam tinggi hingga di atas suhu 38 derajat Celcius dari suhu normal badan, batuk kering dan sesak nafas. Terdapat pula gejala khusus lainnya, yaitu timbul diare, sakit kepala, hilangnya kemampuan mencium aroma bau (anosmia), iritasi mata hingga timbul ruam di kulit.
"Mengikuti gejala terpaparnya tubuh oleh virus Corona ini dalam rentan waktu 10 hari, sebagian pasien akan mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apa pun. Kondisi ini disebut "Happy Hypoxia," ungkap Indra Barata.
Ada pun dalam pendeteksian awal, kehadiran virus dapat di deteksi melalui rekam Rontgen dan CT Scan Thorax serta pemeriksaan di laboratorium.
Di sesi terakhir edukasi, satu hal menarik yang disampaikan dokter spesialis paru paru dari Siloam Hospitals Silampari, dr Indra Barata SpP, adalah mengenali perbedaan gejala dari penyakit radang paru (Pneumonide) dan akibat dari virus Corona.
Dokter spesialis paru paru dari Siloam Hospitals Silampari dr Indra Barata SpP melalui kanal Instagram Live mengatakan, virus Corona selain secara umum merusak sistem pernapasan pada organ manusia. Virus ini pun dapat menginfeksi organ paru paru dari tingkat akut hingga penyebab kematian. (Baca juga: Merasakan Gejala COVID-19 Saat Berlibur? Jangan Panik, Ini yang Harus Dilakukan! )
"Pada beberapa kasus yang kami tangani, penanganan kasus dari virus corona ini menyebabkan Pneumonide atau infeksi pada organ paru-paru," kata dr Indra Barata SpP di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Sabtu (9/1/2021). (Baca juga: Siloam Hospital Manado Gelar Health Talk Bahas Stroke )
Menurut Indra, selain tiga gejala umum terpapar Corona yaitu timbulnya demam tinggi hingga di atas suhu 38 derajat Celcius dari suhu normal badan, batuk kering dan sesak nafas. Terdapat pula gejala khusus lainnya, yaitu timbul diare, sakit kepala, hilangnya kemampuan mencium aroma bau (anosmia), iritasi mata hingga timbul ruam di kulit.
"Mengikuti gejala terpaparnya tubuh oleh virus Corona ini dalam rentan waktu 10 hari, sebagian pasien akan mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apa pun. Kondisi ini disebut "Happy Hypoxia," ungkap Indra Barata.
Ada pun dalam pendeteksian awal, kehadiran virus dapat di deteksi melalui rekam Rontgen dan CT Scan Thorax serta pemeriksaan di laboratorium.
Di sesi terakhir edukasi, satu hal menarik yang disampaikan dokter spesialis paru paru dari Siloam Hospitals Silampari, dr Indra Barata SpP, adalah mengenali perbedaan gejala dari penyakit radang paru (Pneumonide) dan akibat dari virus Corona.
Lihat Juga :