Ini Cara Kompol Sujianto, Sehingga Berhasil Mengajak Warga Bersama sama Lawan Corona
Sabtu, 09 Januari 2021 - 06:19 WIB
loading...
Warga di lokasi Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, justru antusias dan rela antre menunggu giliran saat Satgas COVID 19 Kabupaten Probolinggo menggelar rapid antigen massal.
A
A
A
PROBOLINGGO - Sebagian besar masyarakat menghindar bahkan berusaha kabur saat ada operasi yustisi dan rapid antigen, namun fenomena ini tidak dialami warga di lokasi Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo , Jawa Timur, justru antusias dan rela antre menunggu giliran saat Satgas COVID 19 Kabupaten Probolinggo menggelar rapid antigen massal.
Kesadaran masyarakat ini perlu dicontoh sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat penanganan COVID 19 di masa pandemi ini. Apa dan siapa, sosok yang berperan, sehingga stigma ketakutan menjadi kesadaran masyarakat ini.
(Baca: Hasil Rapid Test Antigen Reaktif, 250 Penumpang Pesawat di Bandara Juanda Gagal Terbang)
Seperti yang diungkapkan salah satu warga bernama Maryam. Sebelumnya dirinya takut saat mendengar kata rapid antigen atau swab, karena hidung diuker oleh orang berpakaian seperti astronot, belum lagi bila hasilnya reaktif . "Awalnya takut hidung diuker seperti itu, belum lagi bila hasilnya reaktif, tetapi akhirnya saya berani setelah dapat penjelasan dari pak Polisi yang memberi pengertian saat sosalisasi di pasar, " ujar Maryam, Jumat (8/1/2021).
Pentingnya terus melaksanakan 3M, dan cara pengenalan serta penangangan COVID 19 yang selalu diberikan polisi , membuat masyarakat sadar dan paham tentang COVID-19 ini. " masyarakat akhirnya paham tentang bahaya dan cara penanganan virus ini. " tambahnya.
Kesadaran masyarakat ini perlu dicontoh sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat penanganan COVID 19 di masa pandemi ini. Apa dan siapa, sosok yang berperan, sehingga stigma ketakutan menjadi kesadaran masyarakat ini.
(Baca: Hasil Rapid Test Antigen Reaktif, 250 Penumpang Pesawat di Bandara Juanda Gagal Terbang)
Seperti yang diungkapkan salah satu warga bernama Maryam. Sebelumnya dirinya takut saat mendengar kata rapid antigen atau swab, karena hidung diuker oleh orang berpakaian seperti astronot, belum lagi bila hasilnya reaktif . "Awalnya takut hidung diuker seperti itu, belum lagi bila hasilnya reaktif, tetapi akhirnya saya berani setelah dapat penjelasan dari pak Polisi yang memberi pengertian saat sosalisasi di pasar, " ujar Maryam, Jumat (8/1/2021).
Pentingnya terus melaksanakan 3M, dan cara pengenalan serta penangangan COVID 19 yang selalu diberikan polisi , membuat masyarakat sadar dan paham tentang COVID-19 ini. " masyarakat akhirnya paham tentang bahaya dan cara penanganan virus ini. " tambahnya.
Lihat Juga :