Pengunjung Pantai Sejarah di Batubara Abaikan Protokol Kesehatan
Minggu, 03 Januari 2021 - 22:38 WIB
loading...
Pengunjung Pantai Sejarah di Kabupaten Batubara berdesakan di pintu masuk obyek wisata ini.
A
A
A
BATUBARA - Upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 terus digalakkan. Salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Namun tidak demikian dengan pemandangan di Pantai Sejarah di Kabupaten Batubara ini.
Pantauan di lokasi, ribuan orang berdesakan di pintu masuk kawasan wisata di Desa Perupuk, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Minggu (3/1/2021).
Seorang tokoh masyarakat setempat, Husnul Zen, sangat menyayangkan sikap pengelola. "Sangat disayangkan pihak pengelola Pantai Sejarah yang mengabaikan protokol kesehatan sehingga terjadi kerumunan di lokasi wisata tersebut," sesalnya.
(Baca juga: Jagoan Perindo Yusak-Yacob Menang Telak di Pilkada Boven Digoel )
Husnul meminta kepada aparat penegak hukum agar menindak pihak-pihak yang bertanggungjawab sebagai penyebab terjadinya kerumunan masyarakat. Di samping itu dia juga meminta agar pungutan liar (pungli) di lokasi wisata tersebut segera ditertibkan supaya tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Pantauan di lokasi, ribuan orang berdesakan di pintu masuk kawasan wisata di Desa Perupuk, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Minggu (3/1/2021).
Seorang tokoh masyarakat setempat, Husnul Zen, sangat menyayangkan sikap pengelola. "Sangat disayangkan pihak pengelola Pantai Sejarah yang mengabaikan protokol kesehatan sehingga terjadi kerumunan di lokasi wisata tersebut," sesalnya.
(Baca juga: Jagoan Perindo Yusak-Yacob Menang Telak di Pilkada Boven Digoel )
Husnul meminta kepada aparat penegak hukum agar menindak pihak-pihak yang bertanggungjawab sebagai penyebab terjadinya kerumunan masyarakat. Di samping itu dia juga meminta agar pungutan liar (pungli) di lokasi wisata tersebut segera ditertibkan supaya tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Lihat Juga :