Ungkap Penembak Bos Coto di Gowa, Kuasa Hukum Minta Mabes Polri Dilibatkan

Jum'at, 01 Januari 2021 - 23:09 WIB
loading...
Ungkap Penembak Bos...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A A A
GOWA - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) , Irjen Pol Merdisyam angkat bicara terkait penanganan kasus dugaan pembunuhan bos warung coto di Kabupaten Gowa, Dahlan Daeng Liwang. Kasus ini berjalan lebih dari setahun, namun pelaku belum juga tertangkap.

Merdisyam bilang, kasus ini sulit terungkap lantaran sejumlah alat bukti yang mengarah ke pelaku minim. Meski sudah memiliki rekaman CCTV , keterangan sejumlah saksi, hingga hasil autopsi dan forensik ihwal kematian Daeng Liwang dianggap belum maksimal.

Baca juga:PBHI Desak Polres Gowa Segera Tangkap Pembunuh Bos Warung Coto Makassar

Daeng Liwang ditemukan tewas di samping perumahan Citraland, Kamis 19 Desember 2019 silam. Pria 52 tahun tersebut ditemukan telentang bersimbah darah di Jalan Inspeksi Kanal, Kabupaten Gowa samping perumahan Citraland sekitar pukul 06.30 Wita.

Dalam perjalanan kasus kematian bos pemilik warung coto itu, terungkap Daeng Liwang tewas tertembak senjata api . Hal tersebut diketahui lewat hasil Lab Forensik Mabes Polri Makassar. Peluru tajam menembus punggung korban. Namun pemilik senpi masih misteri.

Merdisyam mengaku, perkara tersebut menjadi atensi pihaknya. Tim gabungan dari Polres Gowa dan Polda Sulsel dibentuk untuk mengungkap tabir kematian warga BTN Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar itu. Kendati minim petunjuk, jendral bintang dua ini memastikan penyelidikan terus berjalan.

"Semua memang minim petunjuk tetapi ini tidak berarti dihentikan penyelidikannya karena dalam konteks pengungkapan kasus memang ada beberapa hal permasalahan kendala yang dihadapi," kata Merdisyam dalam rilis akhir tahun Polda Sulsel belum lama ini.

Anggota Tim Kuasa Hukum korban, Syamsumarlin beranggapan, ada bukti petunjuk yang dimiliki polisi yakni hasil lab forensik di mana mengungkap Daeng Liwang diduga dibunuh dengan senjata api. Seharusnya Polres Gowa sudah bisa menelusuri pemilik senpi itu.

Baca juga:Motif Pelaku Bunuh Pelajar di Gowa Terungkap, Rupanya Gara-gara Istri Dipeluk

"Apakah kemudian digunakan oleh kelompok preman atau institusi. Kemudian juga ada banyak saksi yang diperiksa terkait perkara itu. Karena ini akan jadi momok menakutkan bagi keluarga korban dimana pelakunya diduga bersenjata api. Tentunya juga bakal meresahkan masyarakat," paparnya, Jumat (1/1/2020).

Advokat dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) wilayah Sulsel ini meminta Polda Sulsel dan Polres Gowa meminta bantuan ke Mabes Polri , jika kasus itu diklasifikasi sulit. Sebab dia menilai progres kasus itu mandek.

"Karena ini akan jadi catatan buruk jika Polres Gowa dan Polda Sulsel tidak bisa mengungkap kasus dugaan pembunuhan ini, harapannya seperti itu. Karena ini tugas Polri untuk memberikan keamanan dan kenyamanan di tengah masyarakat. Dengan jangka waktu yang lama belum terungkap," ucap Syamsumarlin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa , AKP Jufri Natsir menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa belasan saksi di antaranya keluarga dan teman dekat korban. Namun belum ada hasil menggembirakan, meski sudah beberapa kali gelar perkara dan olah TKP dilakukan.

"Kalau orang dicurigai ada. Cuman bukti yang mengarah ke yang bersangkutan, itu yang kita belum punya. Terkait hasil otopsi memang peluru tajam, tapi dari mana dan siapa yang punya apakah anggota atau sipil kita masih lidik. Kalibernya saya lupa," kata Jufri.

Terkait CCTV , lanjut Jufri masih belum maksimal. Ada pengendara yang dicurigai namun ketika gambarnya diperbesar, kurang jelas plat motornya. "Susah dikenali. Jadi nihil itu ( CCTV ). Tapi tidak menutup kemungkinan perkembangan penyelidikan bisa mengungkap itu," tuturnya.

Baca juga:Menangis di Polres, Wanita Ini Minta Kasus Kematian Ayahnya Diungkap

Dia memastikan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Mabes Polri dengan catatan ada bukti yang hanya kompetensi dan prasarana di sana baru bisa maksimal. Jufri mengaku masih memaksimalkan sarana dan prasarana, serta kemampuan anggotanya.

"Tapi kan sejauh ini belum ada. Kita masih upayakan pencarian dan pendalaman dari (bukti) yang ada. Memang kita belum koordinasi ke sana (Bareskrim). Kalau ada petunjuk harus di sana baru bisa diungkap yah pasti kita lakukan itu. Tetap kita ( Polres Gowa ) yang tangani, tetap ada back up dari Polda," pungkasnya
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Licin! Markas Judi Online...
Licin! Markas Judi Online di Hayam Wuruk Kelola 145 Website untuk Hindari Pemblokiran
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Polisi Buru Pemilik...
Polisi Buru Pemilik New Zone Medan sekaligus Diduga Bandar Narkoba
Polisi Masih Dalami...
Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan di Pabrik Kimia Banten
Polri Pastikan Listrik...
Polri Pastikan Listrik di Sumatera Sudah Pulih 100% usai Blackout
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Rekomendasi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved