Klaster Keluarga Bikin Penyebaran COVID-19 di Depok Meningkat
Jum'at, 01 Januari 2021 - 16:03 WIB
loading...
Koordinator Satgas COVID-19 Kota Depok Gandara Budiana mengakui jika Kota Depok masih masuk zona merah dalam penyebaran COVID-19. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
DEPOK - Koordinator Satgas COVID-19 Kota Depok Gandara Budiana mengakui jika Kota Depok masih masuk zona merah dalam penyebaran COVID-19. Penularan COVID-19 di Kota Depok, Jawa Barat, meningkat kembali dan sampai Kamis 31 Desember 2020 pukul 10.05 WIB tercatat ada 17.295 orang terkonfirmasi positif. Sebanyak 3.361 di antaranya adalah pasien aktif.
Jumlah itu pula yang memberikan kontribusi kasus COVID-19 di Jawa Barat yang mencapai 83.579 per Jumat, 1 Januari 2021 pukul 10.30 WIB. Gandara menegaskan, penambahan kasus COVID-19 yang cukup tinggi di Depok tersebut sebagian besar berasal dari klaster keluarga.
“Jadi memang kasus di kita sekarang lebib banyak kepada klaster keluarga. Awalnya dari klaster perkantoran. Rekan-rekan yang kebanyakan bekerja di DKI Jakarta dan terkonfirmasi positif, akhirnya menyebarkan di keluarganya,” tegasnya.
Menurut Gandara, peningkatan kasus-kasus terkonfirmasi positif tersebut terdiri dari suspek aktif dan kontak erat aktif. Bahkan, jumlah peningkatan pun sempat mencapai angka 100 dalam satu hari, sehingga harus antisipasi secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder Kota Depok.
“Mudah-mudahan ini menjadi perhatian kita bersama, khususnya warga Kota Depok agar lebih disiplin lagi dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Gandara. (Baca juga; Tingkat Hunian Rumah Sakit COVID-19 di Kota Depok di Atas 80% )
Jumlah itu pula yang memberikan kontribusi kasus COVID-19 di Jawa Barat yang mencapai 83.579 per Jumat, 1 Januari 2021 pukul 10.30 WIB. Gandara menegaskan, penambahan kasus COVID-19 yang cukup tinggi di Depok tersebut sebagian besar berasal dari klaster keluarga.
“Jadi memang kasus di kita sekarang lebib banyak kepada klaster keluarga. Awalnya dari klaster perkantoran. Rekan-rekan yang kebanyakan bekerja di DKI Jakarta dan terkonfirmasi positif, akhirnya menyebarkan di keluarganya,” tegasnya.
Menurut Gandara, peningkatan kasus-kasus terkonfirmasi positif tersebut terdiri dari suspek aktif dan kontak erat aktif. Bahkan, jumlah peningkatan pun sempat mencapai angka 100 dalam satu hari, sehingga harus antisipasi secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder Kota Depok.
“Mudah-mudahan ini menjadi perhatian kita bersama, khususnya warga Kota Depok agar lebih disiplin lagi dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Gandara. (Baca juga; Tingkat Hunian Rumah Sakit COVID-19 di Kota Depok di Atas 80% )
Lihat Juga :