5 Kecamatan di Cirebon Terendam Banjir Kiriman dari Kuningan
Minggu, 27 Desember 2020 - 05:33 WIB
loading...
Hujan deras yang mengguyur selama lima jam mengakibatkan lima kecamatan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat terendam banjir, Minggu dinihari (27/12/2020). Foto iNews TV/Toiskandar
A
A
A
CIREBON - Hujan deras yang mengguyur selama lima jam mengakibatkan lima kecamatan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat terendam banjir , Minggu dinihari (27/12/2020). Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai 1,5 meter selain intensitas hujan yang tinggi banjir juga disebabkan pendangkalan dan meluapnya sungai setelah mendapatkan kiriman dari wilayah hulu Kabupaten Kuningan.
![5 Kecamatan di Cirebon Terendam Banjir Kiriman dari Kuningan]()
Ke lima kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terendam banjir tersebut yakni Waled, Lemahabang, Astanajapura, Karangsembung dan Pangenan.
Titik banjir terparah dialami Desa Mekarsari dan Desa Gunungsari di Kecamatan Waled dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
(Baca: Sungai Mencirim dan Bangkatan Meluap, 2 Kelurahan di Kota Binjai Terendam Banjir)
Menurut Herman Warga Waled, Kabupaten Cirebon banjir langganan di Desa Gunungsari ini sudah dirasakan sejak Sabtu malam.
“Arus deras air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga setelah Sungai Ciberes yang mendapat kiriman air dari wilayah hulu meluap. Warga yang telah membendung pintu masuk dan lubang selokan tak bisa berbuat banyak setelah banjir rembes dan merendam rumah mereka,” kata Herman.

Ke lima kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terendam banjir tersebut yakni Waled, Lemahabang, Astanajapura, Karangsembung dan Pangenan.
Titik banjir terparah dialami Desa Mekarsari dan Desa Gunungsari di Kecamatan Waled dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
(Baca: Sungai Mencirim dan Bangkatan Meluap, 2 Kelurahan di Kota Binjai Terendam Banjir)
Menurut Herman Warga Waled, Kabupaten Cirebon banjir langganan di Desa Gunungsari ini sudah dirasakan sejak Sabtu malam.
“Arus deras air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga setelah Sungai Ciberes yang mendapat kiriman air dari wilayah hulu meluap. Warga yang telah membendung pintu masuk dan lubang selokan tak bisa berbuat banyak setelah banjir rembes dan merendam rumah mereka,” kata Herman.
Lihat Juga :