Dampak Pandemi COVID-19, Target Kunjungan Wisata ke Semarang Dipangkas
Selasa, 22 Desember 2020 - 23:50 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menyebut Pemkot Semarang akan bekerja keras menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru agar tak menjadi klaster COVID-19. Selain itu, kebijakan membuka kegiatan pariwisata diharapkan dapat benar-benar berdampak positif.
"Yang pasti kami tidak ingin liburan Natal dan tahun baru berpotensi menimbulkan klaster baru penambahan kasus COVID-19. Sehingga diinstruksikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di objek-objek wisata yang ada di Kota Semarang," tandasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menambahkan, sejumlah tempat wisata telah dilengkapi dengan CCTV dan pengeras suara.
"Alat tersebut untuk memantau kepadatan pengunjung. Apabila pengunjung berkerumun, petugas akan memberi peringatan melalui pengeras suara. Kami targetnya bukan ke jumlah tapi bagaimana melayani orang yang datang ke kota Semarang dengan baik agar tidak ada peningkatan kasus COVID-19," ujarnya.
"Yang pasti kami tidak ingin liburan Natal dan tahun baru berpotensi menimbulkan klaster baru penambahan kasus COVID-19. Sehingga diinstruksikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di objek-objek wisata yang ada di Kota Semarang," tandasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menambahkan, sejumlah tempat wisata telah dilengkapi dengan CCTV dan pengeras suara.
"Alat tersebut untuk memantau kepadatan pengunjung. Apabila pengunjung berkerumun, petugas akan memberi peringatan melalui pengeras suara. Kami targetnya bukan ke jumlah tapi bagaimana melayani orang yang datang ke kota Semarang dengan baik agar tidak ada peningkatan kasus COVID-19," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :