Fasilitas Pamsimas Raib, Warga Laporkan Kades Liu ke DPRD Wajo
Selasa, 22 Desember 2020 - 18:09 WIB
loading...
Masyarakat Desa Liu, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo mengeluhkan sistem pamsimas yang sudah tak berfungsi ke DPRD, Selasa (22/12/2020). Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Kepala Desa (Kades) Liu, Andi Toro dilaporkan sejumlah warganya ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo . Laporan itu dilatarbelakangi raibnya fasilitas penunjang program air minum dan sanitasi masyarakat (pamsimas) .
Salah seorang warga yang melaporkan Kades Liu, bernama Syarifuddin. Di hadapan sejumlah anggota DPRD Wajo , Syarifuddin menerangkan, bahwa sebelum bernama pamsimas , masyarakat sudah menikmati air bersih dari instalasi pengolahan air.
Baca juga: Anggota Dewan Kunker, Forum Honorer Kecewa Aspirasi K2 Belum Diakomodir
Namun setelah berubah menjadi pamsimas , kata Syarifuddin, masyarakat sudah tidak dapat lagi menikmati air bersih . Sebab sejumlah mesin pompa air raib. Sehingga air dari program pamsimas tidak lagi dapat dinikmati masyarakat sekitar.
"Dulu kami menikmati air bersih , kami bayar biaya pemasangannya di rumah, dan membayar iuran. Namun setelah berganti program pamsimas , masyarakat hanya menikmati 'seumur jagung'. Saat ini banyak mesin-mesin dari program pamsimas hilang," ujarnya, Selasa (22/12/2020).
Salah seorang warga yang melaporkan Kades Liu, bernama Syarifuddin. Di hadapan sejumlah anggota DPRD Wajo , Syarifuddin menerangkan, bahwa sebelum bernama pamsimas , masyarakat sudah menikmati air bersih dari instalasi pengolahan air.
Baca juga: Anggota Dewan Kunker, Forum Honorer Kecewa Aspirasi K2 Belum Diakomodir
Namun setelah berubah menjadi pamsimas , kata Syarifuddin, masyarakat sudah tidak dapat lagi menikmati air bersih . Sebab sejumlah mesin pompa air raib. Sehingga air dari program pamsimas tidak lagi dapat dinikmati masyarakat sekitar.
"Dulu kami menikmati air bersih , kami bayar biaya pemasangannya di rumah, dan membayar iuran. Namun setelah berganti program pamsimas , masyarakat hanya menikmati 'seumur jagung'. Saat ini banyak mesin-mesin dari program pamsimas hilang," ujarnya, Selasa (22/12/2020).
Lihat Juga :