12 Gajah Liar Lampung Barat Gagal Dihalau, Malah Ngamuk dan Injak Warga
Selasa, 22 Desember 2020 - 13:50 WIB
loading...
12 ekor gajah liar mengamuk dan balik mengejar warga Dusun Way Tuwing, Pekon (Desa) Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat, Lampung. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
LAMPUNG BARAT - 12 ekor gajah liar mengamuk dan balik mengejar warga Dusun Way Tuwing, Pekon (Desa) Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat , Lampung yangtengah menghalau gajah masuk hutan. Akibatnya 2 warga terluka berat karena terinjak dan kena belalai gajah. Korban diketahui bernama Santak bin Sarpin (35) dan Yadi bin Aman (31).
(Baca juga: 2 Ekor Gajah Latih Kelelahan Hadapi Gajah Liar di Inhu Riau)
Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh, Sulki mengatakan, kejadian tersebut terjadi Senin (21/12/2020) di Talang Gunung Ayem Sukamarga, sekitar jam 14.00 WIB.
(Baca juga: Terancam Punah, Kelangsungan Gajah di Indonesia Perlu Dijaga)
Peristiwa bermula saat 18 warga Dusun Way Tuwing melakukan pengiringan tanpa ada pendampingan dari Satgas Konflik Gajah, aparatur Pekon, Babinsa serta Babinkamtibmas setempat.
Rombongan masyarakat itu melakukan penggiringan kelompok gajah bunga yang berjumlah 12 ekor dari Talang Rejo sampai ke Talang Anwar.
"Iya, mereka melakukan penggiringan tanpa koordinasi terlebih dulu kapada Satgas Konflik Gajah. Mungkin mereka khawatir kawanan gajah itu masuk ke area pemukiman dan merusak bangunan rumah serta kebun mereka seperti dahulu. Padahal kawanan gajah itu masih berada di dalam kawasan (TNBBS), tepatnya 2,5 km dari pemukiman warga," jelas Sulki, Selasa (22/12/2020)
(Baca juga: 2 Ekor Gajah Latih Kelelahan Hadapi Gajah Liar di Inhu Riau)
Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh, Sulki mengatakan, kejadian tersebut terjadi Senin (21/12/2020) di Talang Gunung Ayem Sukamarga, sekitar jam 14.00 WIB.
(Baca juga: Terancam Punah, Kelangsungan Gajah di Indonesia Perlu Dijaga)
Peristiwa bermula saat 18 warga Dusun Way Tuwing melakukan pengiringan tanpa ada pendampingan dari Satgas Konflik Gajah, aparatur Pekon, Babinsa serta Babinkamtibmas setempat.
Rombongan masyarakat itu melakukan penggiringan kelompok gajah bunga yang berjumlah 12 ekor dari Talang Rejo sampai ke Talang Anwar.
"Iya, mereka melakukan penggiringan tanpa koordinasi terlebih dulu kapada Satgas Konflik Gajah. Mungkin mereka khawatir kawanan gajah itu masuk ke area pemukiman dan merusak bangunan rumah serta kebun mereka seperti dahulu. Padahal kawanan gajah itu masih berada di dalam kawasan (TNBBS), tepatnya 2,5 km dari pemukiman warga," jelas Sulki, Selasa (22/12/2020)
Lihat Juga :