Peneliti UGM Kembangkan Alat Sterilisasi Masker N95
Rabu, 13 Mei 2020 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
"Proses sterilisasi masker dengan menggunakan paparan sinar ultraviolet UV-C ini hanya memakan waktu selama kurang lebih lima menit untuk membunuh kuman dan virus yang menempel. Untuk box yang kami buat ini dengan waktu sterilisasi 5 menit sudah terbukti tidak ada kuman yang tumbuh," ujarnya.(Baca juga: Peneliti UGM Ungkap Bahan untuk Hancurkan Material Virus Corona )
Trisari menambahkan, alat sterilisasi ini sebenarnya tidak hanya bisa diterapkan pada masker tapi juga alat medis lainnya seperti gunting, pisau bedah, dan kasa. "Berapa lama efektif paparannya belum kami ukur. Tetapi asumsinya ddngan lama paparan 5-10 menit sudah cukup mematikan," katanya.
Alat ini akan distribusikan dulu ke beberapa puskesmas dan RS di DIY, termasuk Lab Mikrobiologi FKKMK tempat alat ini diuji coba. Alat ini akan terus dikembangkan agar bisa bisa diproduksi secara masal. "Mudah mudahan nanti bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, sehingga terjangkau dan bisa tersedia di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan lain di Indonesia," katanya.
Peneliti Fakukltas Teknik UGM Eka Firmansyah menambahkan, membuat dua desain alat steriliasai masker N95. Pertama dimensi internal 40 x 40 x 30 cm dan dimensi eksternal 40 x 40 x 40 cm. Dimensi ini memungkinkan sterilisasi dengan volume 48 liter yang dapat mensterilisasi 9 masker N95.
Kedua dengan dimensi eksternal 35 x 15 x 15 dan dimensi eksternal 45 x 15 x 17 cm. Dimensi ini memiliki bilik sterilisasi dengan kapasistas 7,8 liter yang dapat mensterilkan 3 buah masker N95.
Trisari menambahkan, alat sterilisasi ini sebenarnya tidak hanya bisa diterapkan pada masker tapi juga alat medis lainnya seperti gunting, pisau bedah, dan kasa. "Berapa lama efektif paparannya belum kami ukur. Tetapi asumsinya ddngan lama paparan 5-10 menit sudah cukup mematikan," katanya.
Alat ini akan distribusikan dulu ke beberapa puskesmas dan RS di DIY, termasuk Lab Mikrobiologi FKKMK tempat alat ini diuji coba. Alat ini akan terus dikembangkan agar bisa bisa diproduksi secara masal. "Mudah mudahan nanti bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah, sehingga terjangkau dan bisa tersedia di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan lain di Indonesia," katanya.
Peneliti Fakukltas Teknik UGM Eka Firmansyah menambahkan, membuat dua desain alat steriliasai masker N95. Pertama dimensi internal 40 x 40 x 30 cm dan dimensi eksternal 40 x 40 x 40 cm. Dimensi ini memungkinkan sterilisasi dengan volume 48 liter yang dapat mensterilisasi 9 masker N95.
Kedua dengan dimensi eksternal 35 x 15 x 15 dan dimensi eksternal 45 x 15 x 17 cm. Dimensi ini memiliki bilik sterilisasi dengan kapasistas 7,8 liter yang dapat mensterilkan 3 buah masker N95.
(abd)
Lihat Juga :