Serahkan Sembako di Panti Asuhan Muslimin, Perindo: Kami Tak Pernah Libur Memberikan Bantuan
Sabtu, 19 Desember 2020 - 16:52 WIB
loading...
A
A
A
"Kami harap ini (bantuan) tidak hanya berhenti di sini, tapi ke depannya pun semoga Partai Perindo bisa terus memberikan bantuannya pada panti. Kami pun menyampaikan terima kasih pada Partai Perindo yang peduli pada anak-anak panti," katanya. (Baca juga: Perindo Bagikan 200 Nasi Kotak dan Masker pada Komunitas Pemulung di Jakarta Pusat)
Dia menjabarkan, selama pandemi panti asuhan membutuhkan bantuan dari semua pihak, khususnya bantuan uang tunai. Sebabnya, pemberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) membuat kebutuhan untuk belajar anak semakin banyak, seperti kuota internet, operasional, listrik, dan belanja perlengkapan dan kebutuhan anak.
"Di Panti ini ada 59 anak, kelas 1 SD sampai 3 SMA atau usia 8-18 tahun. Lalu, ada juga 6 panti asuhan, yaitu anak yang biaya hidupnya dari kami tapi tinggal bersama keluarganya, dengan jumlah 140 anak serta panti sosial disabilitas ganda. Wisma Tuna Ganda ada di Cimanggis, Depok yang mengasuh 28 anak dengan cacat ganda," terangnya.
Dia menambahkan, bantuan pun bisa dilakukan dengan pemberian pengetahun secara virtual pada anak-anak untuk menambah kreativitas dan pengetahuannya. Panti asuhan sendiri selama pandemi ini melakukan kegiatan pada anak-anak asuhnya karena hanya bisa di rumah saja.
"Kami tetap melakukan kegiatan di panti berisi kreativitas anak karena mengisi liburan dengan edukasi bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi anak dan bermain di rumah serta tetap menjaga protokol kesehatan. Semua dilakukan agar anak-anak tidak stres, apalagi selama Ramadhan kemarin kan anak-anak tak pulang (karena pandemi)," pungkasnya.
Dia menjabarkan, selama pandemi panti asuhan membutuhkan bantuan dari semua pihak, khususnya bantuan uang tunai. Sebabnya, pemberlakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) membuat kebutuhan untuk belajar anak semakin banyak, seperti kuota internet, operasional, listrik, dan belanja perlengkapan dan kebutuhan anak.
"Di Panti ini ada 59 anak, kelas 1 SD sampai 3 SMA atau usia 8-18 tahun. Lalu, ada juga 6 panti asuhan, yaitu anak yang biaya hidupnya dari kami tapi tinggal bersama keluarganya, dengan jumlah 140 anak serta panti sosial disabilitas ganda. Wisma Tuna Ganda ada di Cimanggis, Depok yang mengasuh 28 anak dengan cacat ganda," terangnya.
Dia menambahkan, bantuan pun bisa dilakukan dengan pemberian pengetahun secara virtual pada anak-anak untuk menambah kreativitas dan pengetahuannya. Panti asuhan sendiri selama pandemi ini melakukan kegiatan pada anak-anak asuhnya karena hanya bisa di rumah saja.
"Kami tetap melakukan kegiatan di panti berisi kreativitas anak karena mengisi liburan dengan edukasi bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi anak dan bermain di rumah serta tetap menjaga protokol kesehatan. Semua dilakukan agar anak-anak tidak stres, apalagi selama Ramadhan kemarin kan anak-anak tak pulang (karena pandemi)," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :