Pegawai Positif COVID-19 dan Lockdown, Verifikasi Spj Kemenag Blitar Via Daring
Sabtu, 19 Desember 2020 - 13:30 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BLITAR - Dua orang pegawai Kantor Kemenag Kabupaten Blitar terkonfirmasi positif COVID-19. Sesuai arahan dinas kesehatan setempat, Kemenag langsung mengambil langkah penutupan sementara (lockdown).
"Dua orang (positif). Tapi kantor kita kan kecil. Arahan dinkes sebelum terlambat lebih baik tracing dan treatment," ujar Humas Kemenag Kabupaten Blitar Jamil Mashadi kepada wartawan Sabtu (19/12/2020).
Penutupan sementara dimulai Kamis (17/12). Rencananya, kantor kemenag akan kembali buka pada Senin (21/12). Selama tiga hari lockdown, penyemprotan desinfektan, kata Jamil terus menerus dilakukan. Hingga kini juga belum diketahui dari mana kedua pegawai kemenag terpapar COVID-19. "Alhamdulillah penyemprotan di hari ketiga dibantu teman PMI," kata Jamil.
(Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Pamekasan, Warga Divakuasi ke Tempat Aman )
Penutupan sementara dipastikan tidak menghentikan pelayanan. Bagian layanan publik sudah menginformasikan. Hal itu mengingat saat ini jelang akhir tahun di mana banyak sekolah dituntut menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (Spj). Menurut Jamil, bila selama ini dokumen yang dibutuhkan harus dibawa ke kantor kemenag, kali ini cukup mengandalkan fasilitas tekhnologi.
"Dua orang (positif). Tapi kantor kita kan kecil. Arahan dinkes sebelum terlambat lebih baik tracing dan treatment," ujar Humas Kemenag Kabupaten Blitar Jamil Mashadi kepada wartawan Sabtu (19/12/2020).
Penutupan sementara dimulai Kamis (17/12). Rencananya, kantor kemenag akan kembali buka pada Senin (21/12). Selama tiga hari lockdown, penyemprotan desinfektan, kata Jamil terus menerus dilakukan. Hingga kini juga belum diketahui dari mana kedua pegawai kemenag terpapar COVID-19. "Alhamdulillah penyemprotan di hari ketiga dibantu teman PMI," kata Jamil.
(Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Pamekasan, Warga Divakuasi ke Tempat Aman )
Penutupan sementara dipastikan tidak menghentikan pelayanan. Bagian layanan publik sudah menginformasikan. Hal itu mengingat saat ini jelang akhir tahun di mana banyak sekolah dituntut menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (Spj). Menurut Jamil, bila selama ini dokumen yang dibutuhkan harus dibawa ke kantor kemenag, kali ini cukup mengandalkan fasilitas tekhnologi.
Lihat Juga :