Cerita Mahasiswa Bandung, Mesti Bayar Swab Test Rp900.000 Demi Magang di Bali
Jum'at, 18 Desember 2020 - 15:29 WIB
loading...
Proses swab test calon penumpang pesawat di Bandara Husesin Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A
A
A
BANDUNG - Ivander Geoffrey, mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung ini tak pernah mengira bakal mengeluarkan biaya Rp900.000 demi magang yang bakal dijalani di Bali mulai minggu depan. Karena untuk perjalanan ke Bali, dia mesti menjalani swab test agar bisa naik pesawat dari Bandara Husien Sastranegara , Bandung ke Denpasar.
(Baca juga: Calon Penumpang Pesawat Jalani Tes Swab, Antrean Mengular di Bandara Husein Sastranegara)
Menurut dia, informasi diberlakukannya wajib swab test baru saja didapat di media massa beberapa terkahir. Sementara dia bersama enam orang lainnya mesti mulai magang minggu depan. Hari Senin, dia mesti sudah ada di Bali untuk mulai proses magang di sebuah hotel.
(Baca juga: Usai Salat Jumat, PUI Sebar Pemberitahuan Unjuk Rasa di Mapolresta Kediri)
![Cerita Mahasiswa Bandung, Mesti Bayar Swab Test Rp900.000 Demi Magang di Bali]()
"Agak kaget juga, karena tiket pesawat sudah dibeli, dan harus menggunakan hasil swab test yang harganya cukup mahal," katanyadi Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jumat (18/12/2020).
Dia mengaku, lebih memilih membayar swab test ketimbang harus cancel dan mengunakan transportasi darat. Karena, secara biaya akan tidak jauh berbeda. Belum lagi, bila mengunakan angkutan bus akan rentan dan memerlukan waktu lama.
(Baca juga: Calon Penumpang Pesawat Jalani Tes Swab, Antrean Mengular di Bandara Husein Sastranegara)
Menurut dia, informasi diberlakukannya wajib swab test baru saja didapat di media massa beberapa terkahir. Sementara dia bersama enam orang lainnya mesti mulai magang minggu depan. Hari Senin, dia mesti sudah ada di Bali untuk mulai proses magang di sebuah hotel.
(Baca juga: Usai Salat Jumat, PUI Sebar Pemberitahuan Unjuk Rasa di Mapolresta Kediri)

"Agak kaget juga, karena tiket pesawat sudah dibeli, dan harus menggunakan hasil swab test yang harganya cukup mahal," katanyadi Bandara Husein Sastranegara Bandung, Jumat (18/12/2020).
Dia mengaku, lebih memilih membayar swab test ketimbang harus cancel dan mengunakan transportasi darat. Karena, secara biaya akan tidak jauh berbeda. Belum lagi, bila mengunakan angkutan bus akan rentan dan memerlukan waktu lama.
Lihat Juga :