Aktivitas Sentra Perdagangan Glodok Berjalan Seperti Biasa
Jum'at, 18 Desember 2020 - 13:26 WIB
loading...
Aktivitas Setra perdagangan di Glodok, Jakarta, terpantau berjalan normal dan pedagang membuka toko seperti biasa. Foto/MNC Portal
A
A
A
JAKARTA - Aktivitas Setra perdagangan Glodok , Jakarta Barat, terpantau berjalan normal dan pedagang membuka toko seperti biasa. Sebelumnya, Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI), Munarman menyatakan, akan ada upaya segelintir pihak yang mencoba untuk menggiring massa Aksi 1812 ke Glodok.
Pantauan tim MNC Media, situasi di lokasi tidak ada tanda-tanda kelompok demonstran. Seorang pedagang makanan di sekitar Glodok mengatakan, mengetahui akan ada demo di sekitar Istana Negara.
Namun, tidak ada imbauan apa-apa dari pihak berwajib atau untuk menutup tokonya. "Tidak ada imbauan kok. Kami tetap buka," katanya kepada iNews.id, Jumat (18/12/2020).
Pekerja ojek pangkalan berinisial IM mengatakan, situasi Glodok berjalan seperti biasa. Tidak ada perbedaan signifikan dari hari biasanya. (Baca juga; Sejumlah Orang Persiapkan Logistik Jelang Aksi 1812 )
Bahkan dia menyebut bahwa tidak ada informasi mengenai demonstrasi membebaskan Habib Rizieq Shihab. Informasi yang dia tahu bahwa Jakarta dilarang demo karena akan mengakibatkan kerumunan yang berdampak penularan COVID-19.
Pantauan tim MNC Media, situasi di lokasi tidak ada tanda-tanda kelompok demonstran. Seorang pedagang makanan di sekitar Glodok mengatakan, mengetahui akan ada demo di sekitar Istana Negara.
Namun, tidak ada imbauan apa-apa dari pihak berwajib atau untuk menutup tokonya. "Tidak ada imbauan kok. Kami tetap buka," katanya kepada iNews.id, Jumat (18/12/2020).
Pekerja ojek pangkalan berinisial IM mengatakan, situasi Glodok berjalan seperti biasa. Tidak ada perbedaan signifikan dari hari biasanya. (Baca juga; Sejumlah Orang Persiapkan Logistik Jelang Aksi 1812 )
Bahkan dia menyebut bahwa tidak ada informasi mengenai demonstrasi membebaskan Habib Rizieq Shihab. Informasi yang dia tahu bahwa Jakarta dilarang demo karena akan mengakibatkan kerumunan yang berdampak penularan COVID-19.
Lihat Juga :