Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Jabar Gagas Gerakan Silih Tulungan
Kamis, 17 Desember 2020 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Dia berharap, Gerakan Silih Tulungan dapat berjalan dengan komprehensif, terukur, inovatif, dan kolaboratif.
Gagasan Gerakan Silih Tulungan tersebut mengemuka dalam Forum Grup Discussion 7 Divisi Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar di Bandung, Rabu (16/12/2020) kemarin.
Melalui gerakan tersebut, kata Eric, perekonomian Jabar diharapkan segera kembali pulih dan normal.
"Silih tulungan adalah praktis egalitarian karena kata silih menyiratkan kesetaraan. Setiap manusia dikodratkan saling membutuhkan, menolong, dan ditolong, memberi, dan menerima pemberian. Semangat inilah yang ingin kami bentuk," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Divisi Komunikasi dan Gerakan Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar, Aat Soeratin mencontohkan Gerakan Silih Tulungan di tengah masyarakat.
Untuk menyelamatkan UMKM, Aat mencontohkan, masyarakat yang memiliki penghasilan dapat membeli barang ke UMKM-UMKM sekitar tempat tinggalnya. Dengan begitu, UMKM dapat kembali menghidupkan roda produksi, termasuk menghidupkan kembali para pelaku UMKM itu sendiri.
"Untuk membuat kaus. UMKM bisa mencari kain dari UMKM lain. Begitu juga saat proses penyablonan. Jika itu terjadi, bayangkan ada berapa UMKM yang kembali berproduksi karena satu kaus saja," katanya.
Gagasan Gerakan Silih Tulungan tersebut mengemuka dalam Forum Grup Discussion 7 Divisi Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar di Bandung, Rabu (16/12/2020) kemarin.
Melalui gerakan tersebut, kata Eric, perekonomian Jabar diharapkan segera kembali pulih dan normal.
"Silih tulungan adalah praktis egalitarian karena kata silih menyiratkan kesetaraan. Setiap manusia dikodratkan saling membutuhkan, menolong, dan ditolong, memberi, dan menerima pemberian. Semangat inilah yang ingin kami bentuk," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Divisi Komunikasi dan Gerakan Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar, Aat Soeratin mencontohkan Gerakan Silih Tulungan di tengah masyarakat.
Untuk menyelamatkan UMKM, Aat mencontohkan, masyarakat yang memiliki penghasilan dapat membeli barang ke UMKM-UMKM sekitar tempat tinggalnya. Dengan begitu, UMKM dapat kembali menghidupkan roda produksi, termasuk menghidupkan kembali para pelaku UMKM itu sendiri.
"Untuk membuat kaus. UMKM bisa mencari kain dari UMKM lain. Begitu juga saat proses penyablonan. Jika itu terjadi, bayangkan ada berapa UMKM yang kembali berproduksi karena satu kaus saja," katanya.
Lihat Juga :