Haikal Hassan Dipolisikan Gara-gara Bercerita Mimpi Bertemu Rasulullah
Rabu, 16 Desember 2020 - 08:00 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Habib Rizieq Shihab (HRS) Center Haikal Hassan. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Habib Rizieq Shihab (HRS) Center Haikal Hassan dilaporkan ke polisi dengan tudingan menyebarkan berita bohong. Kasusnya bermula saat Haikal bercerita dalam proses pemakaman 5 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) yang isi ceritanya menyebut dirinya bertemu Rasulullah SAW.
"Iya betul, saya yang melaporkan," kata pelapor Haikal Hassan, Husein Shihab saat dihubungi, Rabu (16/12/2020). (Baca juga: Akun Twitter Babe Haikal Menghilang Jadi Trending Topic )
Dia menceritakan, laporan tersebut dari cerita Haikal yang terjadi pada saat pemakaman laskar FPI yang tewas pasca baku tembak dengan anggota Polda Metro Jaya. Cerita itu kemudian viral di lini massa setelah diunggah oleh salah sati akun medsos.
"Ya itu ceramah Haikal Hasan yang terjadi saat pemakaman lima orang yang diduga melakukan baku tembak dengan aparat Kepolisian di Km 50 yang kemudian viral disebarkan oleh pemilik akun Twitter @wattisoemarsono," ungkap Husein.
Dia menyebut pelaporan yang dia lakukan merupakan hak dari setiap warga negara yang melaporkan adanya berita bohong. Menurutnya, cerita Haikal cukup berbahaya dan diklaimnya bisa menggiring opini masyarakat.
"Iya betul, saya yang melaporkan," kata pelapor Haikal Hassan, Husein Shihab saat dihubungi, Rabu (16/12/2020). (Baca juga: Akun Twitter Babe Haikal Menghilang Jadi Trending Topic )
Dia menceritakan, laporan tersebut dari cerita Haikal yang terjadi pada saat pemakaman laskar FPI yang tewas pasca baku tembak dengan anggota Polda Metro Jaya. Cerita itu kemudian viral di lini massa setelah diunggah oleh salah sati akun medsos.
"Ya itu ceramah Haikal Hasan yang terjadi saat pemakaman lima orang yang diduga melakukan baku tembak dengan aparat Kepolisian di Km 50 yang kemudian viral disebarkan oleh pemilik akun Twitter @wattisoemarsono," ungkap Husein.
Dia menyebut pelaporan yang dia lakukan merupakan hak dari setiap warga negara yang melaporkan adanya berita bohong. Menurutnya, cerita Haikal cukup berbahaya dan diklaimnya bisa menggiring opini masyarakat.
Lihat Juga :