INAgri : AWR Kementan Pecahkan Persoalan Data Pertanian

Rabu, 13 Mei 2020 - 13:52 WIB
loading...
INAgri : AWR Kementan...
Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Perbaikan data yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui operasional Agriculture War Room (AWR) mendapat apresiasi dan sambutan baik dari Institute Agroekologi Indonesia (INAgri).

INAgri menilai, AWR adalah perangkat pertanian modern yang mampu menjangkau data nasional secara valid, tepat dan akurat.

"Terobosan ini sangat bagus karena selama ini kita selalu bermasalah dengan data. Misalnya luas baku lahan sawah, distribusi pupuk, luas panen, posisi panen dimana saja dan berapa banyak distribusi yang disalurkan. Nah, dengan hadirnya AWR, maka ini adalah harapan dan solusi bagi petani dalam hal pengambilan keputusan strategis berbasis data yang valid," ujar Dewan Pembina INAgri, Achmad Yakub,Rabu (13/5/2020) di Jakarta.

Menurut Yakub, tantangan Kementan dalam mengirim data dan informasi bukan lagi menjadi persoalan serius yang jadi polemik disana-sini. Justru, kemampuan AWR malah menjadiakan tantangan pertanian sebagai pemicu tumbuhnya produksi nasional.

"Dengan data maka petani tidak terganggu produksinya. Disisi lain, pemerintah juga bisa mengetahui kapan saatnya ekspor, kapan impor, dimana panen dan berapa hasilnya, lalu dimana daerah surplus dan defisit supaya ada distribusi yang baik," katanya. (BACA JUGA: Menaker Wajibkan Pengusaha Bayarkan THR H-7 Lebaran)

Di samping itu, program Kementan dalam penyediaan pangan melalui pasar murah berbasis mitra tani yang tersebar di seluruh indonesia juga sangat berpengaruh pada stabilnya harga pasar yang merugikan petani dan konsumen.

"Inovasi ini secara tidak langsung saling berkaitan juga dengan AWR dan program strategis lainya. Jadi, pertama produksinya aman, kedua harganya layak, ketiga petani lebih sejahtera dan terakhir antara petani dan konsumen selalu happy," katanya.

Meski demikian, Yakub mengingatkan agar pemerintah terus waspada terhadap peringatan Food and Agriculture Organization (FAO) mengenai krisis pangan yang melanda dunia akibat pandemi wabah corona.

"Yang harus dijaga adalah jangan sampai daya beli masyarakat menurun. Antisipasi ini bisa dilakukan dengan menjaga sentra pangan di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan pulau lain yang memiliki potensi pertanain," tutupnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Bangun Ekonomi Lokal,...
Bangun Ekonomi Lokal, Asprindo Persiapkan Kampung Industri Kedua di Sukoharjo
Modernisasi Pertanian...
Modernisasi Pertanian Nagekeo, Anggota DPRD Kosmas Lawa Bagho Serahkan Hand Tractor untuk Petani
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Kolaborasi Perguruan...
Kolaborasi Perguruan Tinggi Dorong Pemanfaatan Kemiri di Desa Ropang Sumbawa
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Rekomendasi
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
Lamine Yamal Berhasil...
Lamine Yamal Berhasil Pecahkan Rekor 66 Tahun Milik Pele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved