Khofifah Ajak PMI Jatim Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Selasa, 15 Desember 2020 - 12:02 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum PMI H. Muhammad Jusuf Kalla, serta Ketua PMI Jatim Imam Utomo.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja dan gerak cepat PMI Jatim dalam melakukan tugas-tugas kemanusiaan setiap terjadi bencana. Dimana SOP bagi PMI kab/kota tempat bencana, paling lambat enam jam setelah terjadi bencana relawan PMI sudah sampai lokasi.
Untuk itu, di musim hujan saat ini, salah satu yang harus diwaspadai adalah bencana hidrometeorologi. Dalam menghadapi bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, angin puting beliung dll tersebut, Khofifah mengajak PMI memperkuat sinergi bersama-sama Pemprov Jatim dengan membuat Rencana Kontijensi untuk meminimalisir terjadinya korban dan resiko atau zero kematian.
(Baca juga: Kekuatan PKB Rontok di Jatim, Ini Penyebabnya Kata Pengamat )
“Warning bencana hidrometeorologi ini sampai Bulan Februari 2021 seluruh daerah di Indonesia harus siaga untuk bisa melakukan mitigasi, antisipasi dan penanganan. Oleh karena itu, kami harap PMI Jatim bersama tim Pemprov tidak hanya BPBD tapi juga dinas terkait seperti Dishub, PU Cipta Karya, PU Sumber Daya Air, PU Bina Marga dan Dinas Sosial"
"kami minta bersama-sama menyusun Rencana Kontijensi sehingga jelas siapa berbuat apa, pembagian tugasnya serta bagaimana yang harus dilakukan masyarakat. Mengingat yang harus kita tangani cukup luas,” kata Khofifah usai pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur periode 2020-2025 di Grahadi.
Untuk itu, di musim hujan saat ini, salah satu yang harus diwaspadai adalah bencana hidrometeorologi. Dalam menghadapi bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, angin puting beliung dll tersebut, Khofifah mengajak PMI memperkuat sinergi bersama-sama Pemprov Jatim dengan membuat Rencana Kontijensi untuk meminimalisir terjadinya korban dan resiko atau zero kematian.
(Baca juga: Kekuatan PKB Rontok di Jatim, Ini Penyebabnya Kata Pengamat )
“Warning bencana hidrometeorologi ini sampai Bulan Februari 2021 seluruh daerah di Indonesia harus siaga untuk bisa melakukan mitigasi, antisipasi dan penanganan. Oleh karena itu, kami harap PMI Jatim bersama tim Pemprov tidak hanya BPBD tapi juga dinas terkait seperti Dishub, PU Cipta Karya, PU Sumber Daya Air, PU Bina Marga dan Dinas Sosial"
"kami minta bersama-sama menyusun Rencana Kontijensi sehingga jelas siapa berbuat apa, pembagian tugasnya serta bagaimana yang harus dilakukan masyarakat. Mengingat yang harus kita tangani cukup luas,” kata Khofifah usai pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur periode 2020-2025 di Grahadi.
Lihat Juga :