Tembus Rp40 Triliun Tahun 2020, Sucor Sekuritas Canangkan Ekspansi ke Luar Jawa
Selasa, 15 Desember 2020 - 03:49 WIB
loading...
Tembus Rp40 Triliun Tahun 2020, Sucor Sekuritas Canangkan Ekspansi ke Luar Jawa. Foto/Ist
A
A
A
MATARAM - Di pengujung tahun 2020, Sucor Sekuritas kembali melakukan gebrakan luar biasa dengan melakukan ekspansi ke dua provinsi di luar Pulau Jawa, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jambi.
Walau Indonesia masih dibayangi dengan penyebaran virus COVID-19, CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, tetap optimistis ekspansi ini mampu meningkatkan jumlah nasabah dan jumlah transaksi di Sucor Sekuritas. Hal ini mengingat literasi keuangan di luar Jawa masih sangat rendah sehingga peluang masih sangat terbuka lebar. (Baca juga: Sucor Sekuritas Salurkan Bantuan Sembako untuk Ojek Online )
Bernadus memaparkan hal tersebut pada acara peresmian Sucor Sekuritas cabang NTB bertajuk “STalk : Edukasi Pasar Modal dan Market Outlook 2021” di Hotel Aston, Mataram, 12 Desember 2020. (Baca juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda, Sucor Sekuritas Gelar Stock Wars Trading Competition 2020 )
Acara ini dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB Farid Faletehan, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB Gusti Ngurah Sandiana, dan juga Co-Founder Investor Muda Jason Gozali.
“Pada awal tahun 2020, Sucor Sekuritas melakukan perubahan strategi secara signifikan di mana sebelumnya kami melakukan strategi marketing secara omnichannel (kombinasi antara online dan offline)," kata Bernadus.
Namun, kata dia, karena pandemi COVID-19 melanda seluruh belahan dunia, strategi diubah total. Di mana seluruh edukasi dijalankan secara online dengan melibatkan Direktur-Direktur perusahan terbuka (CTalks) dan juga berbagai trader saham terkenal di tanah air (TTalks). "Pembukaan rekening saham di Sucor Sekuritas pun telah dapat dilakukan secara full online,” ujar Bernadus.
Strategi ini terbukti sangat efektif di mana penambahan nasabah baru di tahun 2020 ini meningkat lebih dari 200% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya dan nilai transaksi meningkat lebih dari 40% di pasar reguler.
Walau Indonesia masih dibayangi dengan penyebaran virus COVID-19, CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, tetap optimistis ekspansi ini mampu meningkatkan jumlah nasabah dan jumlah transaksi di Sucor Sekuritas. Hal ini mengingat literasi keuangan di luar Jawa masih sangat rendah sehingga peluang masih sangat terbuka lebar. (Baca juga: Sucor Sekuritas Salurkan Bantuan Sembako untuk Ojek Online )
Bernadus memaparkan hal tersebut pada acara peresmian Sucor Sekuritas cabang NTB bertajuk “STalk : Edukasi Pasar Modal dan Market Outlook 2021” di Hotel Aston, Mataram, 12 Desember 2020. (Baca juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda, Sucor Sekuritas Gelar Stock Wars Trading Competition 2020 )
Acara ini dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB Farid Faletehan, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB Gusti Ngurah Sandiana, dan juga Co-Founder Investor Muda Jason Gozali.
“Pada awal tahun 2020, Sucor Sekuritas melakukan perubahan strategi secara signifikan di mana sebelumnya kami melakukan strategi marketing secara omnichannel (kombinasi antara online dan offline)," kata Bernadus.
Namun, kata dia, karena pandemi COVID-19 melanda seluruh belahan dunia, strategi diubah total. Di mana seluruh edukasi dijalankan secara online dengan melibatkan Direktur-Direktur perusahan terbuka (CTalks) dan juga berbagai trader saham terkenal di tanah air (TTalks). "Pembukaan rekening saham di Sucor Sekuritas pun telah dapat dilakukan secara full online,” ujar Bernadus.
Strategi ini terbukti sangat efektif di mana penambahan nasabah baru di tahun 2020 ini meningkat lebih dari 200% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya dan nilai transaksi meningkat lebih dari 40% di pasar reguler.
Lihat Juga :