Nenek dan Tante Penganiaya Gadis 7 Tahun di Bukittinggi Ditangkap Polisi
Sabtu, 12 Desember 2020 - 02:52 WIB
loading...
A
A
A
Selama empat bulan tinggal bersama itulah, sang nenek mulai kerap memarahi dan melakukan penganiayaan pada korban yang susah belajar. Kedua pelaku juga mengaku bingung dengan tuntutan dari wali kelas saat pembelajaran daring.
"Dia tidak mau baca, ditutupnya saja mulutnya. Sudah minum susu makan tidur saja. Paginya diantar ke sekolah, kata guru nilai pekerjaan rumahnya banyak yang turun, banyak tuntuan dari wali kelas," ujar Anizar.
Pengakuan yang sama juga diungkapkan Erni Noviyanti. Menurutnya, korban sulit untuk diajari menulis dan membaca. "Saat masuk sekolah, dia harus bisa baca, harus bisa nulis, tapi anaknya sulit diajari. Kalau abangnya pintar," ungkapnya.
Erni mengaku pernah mencubit korban, namun iya juga kasihan sehingga kerap mengingatkan nenek agar tidak main tangan saat memarahi korban. "Pernah mencubit satu kali saja. Kesal karena sambil mengurus dagangan juga dari subuh, dan sore harus jualan lagi, saya sibuk di situ," ungkapnya.
Kasatreskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri menyebutkan, kasus ini terungkap saat guru menemukan korban lemas di sekolah. Saat didekati, terdapat luka lebam di wajah, sementara di sekujur tubuh korban juga ditemukan luka lama dan luka baru.
"Alasan pemukulan hanya kesal, kadang karena tidak mau belajar, si nenek ini pada intinya kesal karena perceraian anaknya sehingga anak dititip pada neneknya. Tulang rusuk sebelah kirinya patah, disekujur tubuhnya terdapat luka memar," terangnya.
"Dia tidak mau baca, ditutupnya saja mulutnya. Sudah minum susu makan tidur saja. Paginya diantar ke sekolah, kata guru nilai pekerjaan rumahnya banyak yang turun, banyak tuntuan dari wali kelas," ujar Anizar.
Pengakuan yang sama juga diungkapkan Erni Noviyanti. Menurutnya, korban sulit untuk diajari menulis dan membaca. "Saat masuk sekolah, dia harus bisa baca, harus bisa nulis, tapi anaknya sulit diajari. Kalau abangnya pintar," ungkapnya.
Erni mengaku pernah mencubit korban, namun iya juga kasihan sehingga kerap mengingatkan nenek agar tidak main tangan saat memarahi korban. "Pernah mencubit satu kali saja. Kesal karena sambil mengurus dagangan juga dari subuh, dan sore harus jualan lagi, saya sibuk di situ," ungkapnya.
Kasatreskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri menyebutkan, kasus ini terungkap saat guru menemukan korban lemas di sekolah. Saat didekati, terdapat luka lebam di wajah, sementara di sekujur tubuh korban juga ditemukan luka lama dan luka baru.
"Alasan pemukulan hanya kesal, kadang karena tidak mau belajar, si nenek ini pada intinya kesal karena perceraian anaknya sehingga anak dititip pada neneknya. Tulang rusuk sebelah kirinya patah, disekujur tubuhnya terdapat luka memar," terangnya.
Lihat Juga :