PDIP Anggap Kekalahan di Blitar Peristiwa Luar Biasa
Kamis, 10 Desember 2020 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Kanang mengaku sangat tidak menyangka jagonya bakal kalah. Dia melihat cabup dan cawabup Kabupaten Blitar (Rijanto dan Marheinis) sama sama incumbent. Menurutnya, seorang incumbent sudah mengerti apa yang dilakukan untuk menang. Jalan apa yang harus ditempuh. Apa yang harus dibicarakan. Apa yang harus dilangkahkan, kata Kanang, seorang petahana harusnya sudah mengerti. Karenannya sejak awal dia mengaku optimis paslon Rijanto- Marheinis bakal menang. "Awalnya saya optimistis betul. Tapi tiba tiba begini, saya gak ngerti," kata Kanang yang saat ini menjabat sebagai Bupati Ngawi.
(BACA JUGA : Asyiik, 1.000 Penonton Boleh Minum Bir sambil Nonton Joshua vs Pulev )
Kendati demikian, meski selalu dianggap di atas angin, seorang paslon incumbent sebenarnya berada pada posisi tidak mudah. Kebaikan dan keburukan paslon incumbent sama sama mudah dilihat. Kalau buruk, kata Kanang pendatang baru sebagai l penantang akan mudah mengalahkan.
Sebaliknya jika baik, sehebat apapun penantang akan sulit mengalahkan. "Orang kalau di atas nek apik ketok apike, nek elek ketok eleke (Orang kalau di atas kalau baik terlihat kebaikannya, kalau jelek terlihat jeleknya)," tambah Kanang. (Baca Juga: Gibran dan Bobby Menang Pilkada, Pemimpin Muda Hasil Kaderisasi PDIP Bertambah)
Kabupaten Blitar sejak awal menjadi daerah yang tidak dikhawatirkan. Karena dianggap sebagai daerah yang tidak dicemaskan, Kabupaten Blitar termasuk daerah yang dilepas. Perhatian partai (PDI P) menurut Kanang lebih fokus kepada Kota Blitar yang lebih dicemaskan. Sebab yang dilawan paslon besutan PDIP adalah putra mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar (Muh Samanhudi Anwar) yang diketahui begitu mengakar.
(BACA JUGA : Asyiik, 1.000 Penonton Boleh Minum Bir sambil Nonton Joshua vs Pulev )
Kendati demikian, meski selalu dianggap di atas angin, seorang paslon incumbent sebenarnya berada pada posisi tidak mudah. Kebaikan dan keburukan paslon incumbent sama sama mudah dilihat. Kalau buruk, kata Kanang pendatang baru sebagai l penantang akan mudah mengalahkan.
Sebaliknya jika baik, sehebat apapun penantang akan sulit mengalahkan. "Orang kalau di atas nek apik ketok apike, nek elek ketok eleke (Orang kalau di atas kalau baik terlihat kebaikannya, kalau jelek terlihat jeleknya)," tambah Kanang. (Baca Juga: Gibran dan Bobby Menang Pilkada, Pemimpin Muda Hasil Kaderisasi PDIP Bertambah)
Kabupaten Blitar sejak awal menjadi daerah yang tidak dikhawatirkan. Karena dianggap sebagai daerah yang tidak dicemaskan, Kabupaten Blitar termasuk daerah yang dilepas. Perhatian partai (PDI P) menurut Kanang lebih fokus kepada Kota Blitar yang lebih dicemaskan. Sebab yang dilawan paslon besutan PDIP adalah putra mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar (Muh Samanhudi Anwar) yang diketahui begitu mengakar.
Lihat Juga :