Seorang Pedagang Positif Corona, Lantai Satu Pasar Bogor Ditutup 3 Hari
Selasa, 12 Mei 2020 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Setelah adanya temuan kasus terkonfirmasi positif, pihaknya juga menghimbau kepada pedagang di Pasar Bogor lainnya untuk bisa mematuhi protokol kesehatan. Tak hanya mewajibkan penggunaan masker, Perumda Pasar Pakuan Jaya juga, meminta masyarakat untuk menggunakan sarung tangan di lingkungan pasar.
"Pembatasan ini mau enggak mau harus terus berlaku. Jaga jarak, wajib pakai masker, terus kita monitor. Sebetulnya di dalam pasar, sudah jauh-jauh hari masyarakat melakukan ini. Jujur kita juga kaget, ada satu pedagang yang kena, penularannya belum tentu di pasar, tetapi kita harus tetap waspada," ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan strategi untuk menangani pandemi Covid-19 ini sangat tergantung pada seberapa masif melakukan tes, baik rapid maupun swab test serta seberapa cepat didapatkan hasilnya.
"PSBB tidak ada artinya jika tidak diimbangi dengan tes massal seperti ini. Hari ini Pemkot Bogor berterima kasih sekali karena dibantu BIN dalam pelaksanaan rapid test yang ditindaklanjuti dengan swab test apabila ada indikasi positif atau reaktif. Rapid test yang dilaksanakan tidak dapat berdiri sendiri karena validasi dan akurasinya tidak sekuat swab. Semoga hasilnya baik," katanya, Selasa (12/05/2020).
"Pembatasan ini mau enggak mau harus terus berlaku. Jaga jarak, wajib pakai masker, terus kita monitor. Sebetulnya di dalam pasar, sudah jauh-jauh hari masyarakat melakukan ini. Jujur kita juga kaget, ada satu pedagang yang kena, penularannya belum tentu di pasar, tetapi kita harus tetap waspada," ucapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan strategi untuk menangani pandemi Covid-19 ini sangat tergantung pada seberapa masif melakukan tes, baik rapid maupun swab test serta seberapa cepat didapatkan hasilnya.
"PSBB tidak ada artinya jika tidak diimbangi dengan tes massal seperti ini. Hari ini Pemkot Bogor berterima kasih sekali karena dibantu BIN dalam pelaksanaan rapid test yang ditindaklanjuti dengan swab test apabila ada indikasi positif atau reaktif. Rapid test yang dilaksanakan tidak dapat berdiri sendiri karena validasi dan akurasinya tidak sekuat swab. Semoga hasilnya baik," katanya, Selasa (12/05/2020).
(hab)
Lihat Juga :