Advokat ini Soroti Kehadiran Pangdam Jaya saat Konferensi Pers Tewasnya 6 Anggota FPI

Selasa, 08 Desember 2020 - 23:22 WIB
loading...
Advokat ini Soroti Kehadiran...
Advokat, Ahmad Khozinuddin.Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Seorang advokat, Ahmad Khozinuddin menyoroti kehadiran Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam konferensi pers terkait penembakan enam anggota Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) di Mapolda Metro Jaya, pada Senin 8 Desember 2020 kemarin. Ahmad juga menyampaikan komplain kepada aparat penegak hukum dan organ negara lain agar melakukan tindakan yang terukur tidak melampaui kewenangan.

"Kita tahu bahwa urusan Kamtibmas keamanan ketertiban dan ketertiban masyarakat termasuk pelanggaran hukum itu adalah wilayah kewenangan institusi kepolisian. Jadi tidak perlu menambah organ di luar kepolisian kecuali ancaman keamanan ketertiban itu sudah masuk pada ancaman kedaulatan yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara," kata Ahmad dalam FGD Online bertajuk Potret Hukum Indonesia: Kasus Penembakan 6 Anggota FPI, Ekstra Judicial Killing kah?, Selasa (8/12/2020).

Dia pun mempertanyakan maksud kedatangan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya. (Baca: Diambil Keluarga, 6 Jenazah Anggota FPI Langsung Disemayamkan di Petamburan)

"Saya juga ikut mempersoalkan kehadiran Mayjen Dudung Abdurachman yang ikut dalam Konferensi pers dan penjelasan dari Polda Metro Jaya pada peristiwa ini karena memang tak ada tupoksi nyata dan kewenangannya Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlibat dalam proses penegakan hukum termasuk penjagaan keamanan dan ketertiban masyarakat," tegasnya.

"Sepanjang itu masih wilayah domestik itu sudah cukup dengan kewenangan kepolisian dan selama ini dalam program gelar perkara atau expose dan juga pengumuman-pengumuman kejadian-kejadian tertentu terkait hukum ya memang cukup oleh aparat penegak hukum. Padahal KPK itu menangani kasus korupsi, korupsi termasuk kejahatan extraordinary crime termasuk juga ketika ada pandangan antara ini yang terorisme yaitu extraordinary crime dan juga tidak pernah melibatkan TNI. Ini saya sependapat dengan Muhammadiyah yang di beberapa media sosial kita sebutnya kita mendapat informasi ada komplain yang mempersoalkan tentang kehadiran Mayjen TNI Dudung AR," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Potret Cantik Syarifah...
Potret Cantik Syarifah Mona Hasina Alaydrus Istri Baru Habib Rizieq
Sah! Habib Rizieq Resmi...
Sah! Habib Rizieq Resmi Menikah dengan Mona Hasinah Alaydrus, Keponakan Almarhumah Istri
Kabar Duka, Istri Habib...
Kabar Duka, Istri Habib Rizieq Shihab Meninggal Dunia
Rekomendasi
Australia Lolos ke 32...
Australia Lolos ke 32 Besar usai Bermain Imbang Lawan Paraguay
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Berita Terkini
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
PN Jakarta Timur Antisipasi...
PN Jakarta Timur Antisipasi Banyaknya Pendukung Dokter Tifa saat Sidang Perkara Ijazah Jokowi
Gubernur Mathius Dukung...
Gubernur Mathius Dukung Roadmap Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan di Papua
KPK Geledah Kantor BPK...
KPK Geledah Kantor BPK Sumsel terkait Kasus Opini WTP Muara Enim, Sejumlah Dokumen Disita
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved