Pandemi Corona Ciptakan Sejarah Baru dalam Pilpres Polandia
Selasa, 12 Mei 2020 - 19:50 WIB
loading...
Foto/Reuters
A
A
A
WARSAWA - Pandemi Corona telah menciptakan sejarah baru dalam pemilihan presiden (pilpres) di Polandia. Pandemi telah membuat pilpres Polandia tanpa kehadiran pemilih seorang pun, alias partisipasinya nol persen. Pemungutan suara yang digelar hari Minggu itu telah memicu perdebatan sengit karena berlangsung di tengah pandemi.
"Dalam...pemilihan yang dijadwalkan 10 Mei 2020, tidak ada kemungkinan untuk memilih kandidat," kata Komisi Pemilihan Umum Negara dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (12/5/2020).
Pemerintah konservatif telah mengusulkan pemungutan suara melalui kartu pos. Namun, usulan itu memicu kritik dan perdebatan tentang persiapan yang rumit. ( Baca:Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pejudo Korsel Dilarang Tanding Seumur Hidup )
Stanislaw Mocek, seorang pakar politik yang berbasis di Warsawa, kepada AFP mengaku berada di antara orang-orang Polandia yang bingung tentang pilpres yang tidak pernah terjadi meski secara resmi tetap digelar. "Kita berada dalam kabut absurditas hukum," katanya.
Tomasz Trela, seorang anggota parlemen sayap kiri, mengatakan kepada wartawan di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) tertutup bahwa itu adalah "hari pemilihan tanpa pemilihan". Dia mengatakan tidak jelas siapa yang membatalkan pemilihan dan untuk alasan apa.
"Dalam...pemilihan yang dijadwalkan 10 Mei 2020, tidak ada kemungkinan untuk memilih kandidat," kata Komisi Pemilihan Umum Negara dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (12/5/2020).
Pemerintah konservatif telah mengusulkan pemungutan suara melalui kartu pos. Namun, usulan itu memicu kritik dan perdebatan tentang persiapan yang rumit. ( Baca:Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pejudo Korsel Dilarang Tanding Seumur Hidup )
Stanislaw Mocek, seorang pakar politik yang berbasis di Warsawa, kepada AFP mengaku berada di antara orang-orang Polandia yang bingung tentang pilpres yang tidak pernah terjadi meski secara resmi tetap digelar. "Kita berada dalam kabut absurditas hukum," katanya.
Tomasz Trela, seorang anggota parlemen sayap kiri, mengatakan kepada wartawan di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) tertutup bahwa itu adalah "hari pemilihan tanpa pemilihan". Dia mengatakan tidak jelas siapa yang membatalkan pemilihan dan untuk alasan apa.
Lihat Juga :