1.372 Warga Bogor Raya Masih Terinfeksi Corona, Bima Gencar Sosialisasikan Vaksin
Senin, 07 Desember 2020 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
"Termasuk sosialisasi tentang pentingnya vaksin Covid-19. Sebab, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan program vaksinasi yang bertujuan untuk menangani Covid-19 ini," terangnya.
Pertama adalah sosialisasi dan edukasi. Kedua, target dan ketiga, teknis simulasi pemberian vaksin."Sebelum pemberian vaksin kepada warga, yang utama adalah pemberian pemahaman, sosialisasi edukasi tentang vaksin kepada warga," katanya.
"Hal ini sempat saya sampaikan ke Bapak Presiden saat simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal pertengahan November kemarin. Karena jangankan vaksin, hingga hari ini masih ada warga yang tidak percaya bahwa Covid-19 itu nyata dan ada," kata Bima.
Sebab, menurut Bima, 19 persen warga Kota tidak percaya adanya Covid-19 dan 50 persen masih ragu-ragu."Jadi menurut saya, vaksin paling menentukan adalah pemahaman warga tentang vaksin," papar Bima.
Sehingga kedepan tantangannya dalam melaksanakan vaksinasi nasional itu adalah memberikan pemahaman kepada warga yang tidak ingin diberi vaksin karena tidak percaya bahwa Covid-19 itu ada dan nyata.
Kemudian ada juga karena alasan keagamaan dan ada juga karena takut, tidak percaya bahwa vaksin itu aman."Untuk itu, diperlukan edukasi dan pemahaman yang baik agar warga dapat memberi respon yang positif," ujarnya.
Pertama adalah sosialisasi dan edukasi. Kedua, target dan ketiga, teknis simulasi pemberian vaksin."Sebelum pemberian vaksin kepada warga, yang utama adalah pemberian pemahaman, sosialisasi edukasi tentang vaksin kepada warga," katanya.
"Hal ini sempat saya sampaikan ke Bapak Presiden saat simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal pertengahan November kemarin. Karena jangankan vaksin, hingga hari ini masih ada warga yang tidak percaya bahwa Covid-19 itu nyata dan ada," kata Bima.
Sebab, menurut Bima, 19 persen warga Kota tidak percaya adanya Covid-19 dan 50 persen masih ragu-ragu."Jadi menurut saya, vaksin paling menentukan adalah pemahaman warga tentang vaksin," papar Bima.
Sehingga kedepan tantangannya dalam melaksanakan vaksinasi nasional itu adalah memberikan pemahaman kepada warga yang tidak ingin diberi vaksin karena tidak percaya bahwa Covid-19 itu ada dan nyata.
Kemudian ada juga karena alasan keagamaan dan ada juga karena takut, tidak percaya bahwa vaksin itu aman."Untuk itu, diperlukan edukasi dan pemahaman yang baik agar warga dapat memberi respon yang positif," ujarnya.
Lihat Juga :