Asrama Putri UIN Ciputat Diteror Pria Cabul, Curi Underwear dan Menyelinap di Toilet
Minggu, 06 Desember 2020 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
"Dari penangkapan itu kita langsung bawa ke Polsek. Sebelum subuh kita sudah di Polsek," sambungnya. (Baca: Tertimpa Pohon Tumbang, 10 Pemetik Teh di Puncak Bogor Terluka)
Belum diketahui apa motif sebenarnya pelaku menyusup masuk ke dalam asrama Kohati. Namun dari penelusuran pengurus, diketahui jika pelaku mencuri underwear dan buku dari perpustakaan di dalam asrama. Dia pun sempat terpantau memasuki toilet untuk beberapa saat.
"Sebetulnya barang yang hilang itu dia ngambil buku dari perpustakaan milik wisma Kohati. Kemudian kita memang ada di CCTV sebetulnya, kita melihat bahwa dia mengambil celana dalam punya salah satu mahasiswi Kohati," ungkap PI.
Saat beraksi, pelaku datang memakai masker. Pada saat awal kejadian tanggal 3, para pengurus dan penghuni sebenarnya telah mengantisipasi dengan menahan pintu depan menggunakan meja dan kursi. Namun lagi-lagi, pelaku tetap bisa merangsek masuk."Kita pake pengamanan, bahkanitu sudsh dihalangi meja dan kursi yang cukup berat dari dalam. Cuma kita aneh juga kenapa tetap bisa masuk," ucapnya.
Sayangnya, pelaporan atas kejadian itu belum bisa ditindaklanjuti secara hukum oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel. Saat konsultasi, kata PI, petugas mengatakan jika kejadian tersebut belum cukup syarat untuk memenuhi unsur pidana."Kita menyayangkan bahwa pihak kepolisian belum menerima pelaporan kami. Alasannya itu karena tidak masuk unsur pidananya," keluhnya.
Belum diketahui apa motif sebenarnya pelaku menyusup masuk ke dalam asrama Kohati. Namun dari penelusuran pengurus, diketahui jika pelaku mencuri underwear dan buku dari perpustakaan di dalam asrama. Dia pun sempat terpantau memasuki toilet untuk beberapa saat.
"Sebetulnya barang yang hilang itu dia ngambil buku dari perpustakaan milik wisma Kohati. Kemudian kita memang ada di CCTV sebetulnya, kita melihat bahwa dia mengambil celana dalam punya salah satu mahasiswi Kohati," ungkap PI.
Saat beraksi, pelaku datang memakai masker. Pada saat awal kejadian tanggal 3, para pengurus dan penghuni sebenarnya telah mengantisipasi dengan menahan pintu depan menggunakan meja dan kursi. Namun lagi-lagi, pelaku tetap bisa merangsek masuk."Kita pake pengamanan, bahkanitu sudsh dihalangi meja dan kursi yang cukup berat dari dalam. Cuma kita aneh juga kenapa tetap bisa masuk," ucapnya.
Sayangnya, pelaporan atas kejadian itu belum bisa ditindaklanjuti secara hukum oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel. Saat konsultasi, kata PI, petugas mengatakan jika kejadian tersebut belum cukup syarat untuk memenuhi unsur pidana."Kita menyayangkan bahwa pihak kepolisian belum menerima pelaporan kami. Alasannya itu karena tidak masuk unsur pidananya," keluhnya.
Lihat Juga :