Jelang Pilkada 2020, Polda Sulsel Siapkan Tim Penjinak Bom dan K9
Minggu, 06 Desember 2020 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cegah Klaster COVID-19, Semua TPS Disemprot Desinfektan
Sebagai informasi, Kota Makassar dan 11 daerah di Sulsel yakni Barru, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkajene Kepulauan, Soppeng, Tana Toraja, dan Toraja Utara, tinggal menghitung hari melaksanakan pilkada 2020 .
Menurut Adeni semua wilayah punya kerawanan dengan pertimbangan yang beragam. Makassar masih jadi salah satu pusat perhatian. Menyusul Barru, Pangkep, Bulukumba dianggap rentan dengan kisruh horizontal antar pendukung. Kemudian Gowa, Soppeng, Maros, Luwu dan Tator.
"Semua wilayah harus diantisipasi, sejauh ini potensinya masih variatif, konflik kotak kosong, incumben, pertarungan antar keluarga seperti di Pangkep. Alhamdulillah dari kampanye, debat publik, sampai masa tenang berjalan kondusif," papar perwira menengah Polri tiga bunga ini.
Baca juga: Mayoritas Warga Bakal Nyoblos di Pilkada, SMRC: Biasanya Kenyataannya Beda
Meski begitu, Adeni mengaku beberapa kendala juga ditemukan di lapangan salah satunya faktor cuaca. "Itu bisa menghambat juga pengiriman kotak suara dan sebagainya. Desember inikan musim pancaroba, mudah-mudahan bisa logistik pemilu bisa tiba tepat waktu khususnya di wilayah kepulauan, seperti Selayar," ucapnya.
Mantan Dansat Brimob Polda Sulsel ini berharap agar masyarakat bisa saling menjaga, mengerti, membantu jalannya proses demokrasi. Apalagi situasi yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya akibat pandemi COVID-19 . Diharapkan masyarakat bisa lebih santun dan beradab dalam menyikapi hasil pilkada nantinya.
Sebagai informasi, Kota Makassar dan 11 daerah di Sulsel yakni Barru, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkajene Kepulauan, Soppeng, Tana Toraja, dan Toraja Utara, tinggal menghitung hari melaksanakan pilkada 2020 .
Menurut Adeni semua wilayah punya kerawanan dengan pertimbangan yang beragam. Makassar masih jadi salah satu pusat perhatian. Menyusul Barru, Pangkep, Bulukumba dianggap rentan dengan kisruh horizontal antar pendukung. Kemudian Gowa, Soppeng, Maros, Luwu dan Tator.
"Semua wilayah harus diantisipasi, sejauh ini potensinya masih variatif, konflik kotak kosong, incumben, pertarungan antar keluarga seperti di Pangkep. Alhamdulillah dari kampanye, debat publik, sampai masa tenang berjalan kondusif," papar perwira menengah Polri tiga bunga ini.
Baca juga: Mayoritas Warga Bakal Nyoblos di Pilkada, SMRC: Biasanya Kenyataannya Beda
Meski begitu, Adeni mengaku beberapa kendala juga ditemukan di lapangan salah satunya faktor cuaca. "Itu bisa menghambat juga pengiriman kotak suara dan sebagainya. Desember inikan musim pancaroba, mudah-mudahan bisa logistik pemilu bisa tiba tepat waktu khususnya di wilayah kepulauan, seperti Selayar," ucapnya.
Mantan Dansat Brimob Polda Sulsel ini berharap agar masyarakat bisa saling menjaga, mengerti, membantu jalannya proses demokrasi. Apalagi situasi yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya akibat pandemi COVID-19 . Diharapkan masyarakat bisa lebih santun dan beradab dalam menyikapi hasil pilkada nantinya.
Lihat Juga :