Klaster Industri Meledak, Pemkab Bekasi Siapkan Hotel untuk Karantina

Minggu, 06 Desember 2020 - 09:02 WIB
loading...
Klaster Industri Meledak,...
Seorang petugas tengah merapihkan tempat tidur di salah satu kamar hotel di Jakarta. Kamar hotel itu diperuntukkan pasien Covid-19 untuk menjalani karantina. Foto/Dok/SINDOphoto
A A A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sedang melakukan tracing kepada 12.000 buruh. Skema penggunaan hotel sebagai lokasi karantina pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan pun kembali bergulir.Sebelumnya, pemerintah setempat melakukan tes swab kepada ribuan pekerja pabrik di wilayahnya.

Hal demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Masrikoh. Kata dia, penyediaan hotel untuk meminimalisir adanya lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnyaterutama untuk klaster industri .

“Potensi kenaikan kasus ini yang wajib kita antisipasi dengan penanganan serius,”katanya kepada wartawan di Bekasi,Minggu (6/12/2020). (Baca juga: Antisipasi Ledakan Pasien Covid-19 Klaster Industri, Kabupaten Bekasi Siapkan 500 Kamar Isolasi )

Sejauh ini,kata dia,pemerintah daerah telah menyiapkan satu penginapan terkemuka yaitu, Hotel Ibis yang rencananya menjadi pusat isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 OTG atau gejala ringan.Selain menyiapkan hotel, pemerintah daerah juga tengah menambah kapasitas tempat tidur di Wisma President University Jababeka.

“Semula kapasitasnya hanya 60 ruang menjadi 500 karena memang di sana lokasinya relatif luas bahkan daya tampungnya bisa mencapai 1.000 tempat tidur,” tegansya. (Baca juga: Klaster Industri Meledak, 2 Kecamatan Bekasi Terus Meningkat )

Sebelumnya, skema hotel menjadi tempat isolasi mandiri sudah pernah dilakukan Pemkab Bekasi berdasarkan instruksi BNPB. Kendati tak terealisasi dengan alasan penurunan kasus positif Covid-19.

Kedepan, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan pemberlakuan pembatasan mobilitas warga secara lebih ketat lagi.Namun dengan catatan apabila hasil tes usap massal pekerja pabrik nanti mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus positif penyebaran Covid-19. “Bisa saja skema lock down seperti di DKI Jakarta kita terapkan di sini,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Letkol Inf Michael Ronald,...
Letkol Inf Michael Ronald, Perwira Kopassus Resmi Jabat Dandim 0509/Kabupaten Bekasi
KPK Panggil Kadis hingga...
KPK Panggil Kadis hingga Kabid Pemkab Bekasi terkait Kasus Bupati Ade Kuswara
KPK Duga Ketua DPD PDIP...
KPK Duga Ketua DPD PDIP Jabar Terima Aliran Uang Penyuap Bupati Kabupaten Bekasi
Rekomendasi
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Berita Terkini
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved