Andi Seto Beberkan Rencana Pembangunan Irigasi Berskala Besar di Sinjai Tengah
Jum'at, 04 Desember 2020 - 22:07 WIB
loading...
Bupati Sinjai Andi Seto Asapa saat menyerahkan bantuan hand traktor di Kecamatan Sinjai Barat dan Sinjai Tengah, tepatnya di Kelurahan Tassililu, Jumat (4/12/2020). Foto: Istimewa
A
A
A
SINJAI - Bupati Sinjai Andi Seto Asapa , membeberkan rencana pembangunan irigasi berskala besar tahun depan di Kecamatan Sinjai Barat. Irigasi ini akan meningkatkan produktivitas para petani karena bisa panen tiga kali dalam setahun.
Hal itu diungkapkan saat menyerahakan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa hand traktor di Kecamatan Sinjai Barat dan Sinjai Tengah, tepatnya di Kelurahan Tassililu, Jumat (4/12/2020).
"Insyaallah kita tengah mengusahakan pembangunan irigasi di berbagai daerah di Sinjai , seperti tahun depan kita rencanakan akan bangun irigasi yang besar di Sinjai Tengah," katanya.
Baca Juga: Asuransi Usaha Ternak Sapi Sejahterakan Peternak di Sinjai
Dengan hadirnya irigasi tersebut, lanjut dia, petani yang tadinya hanya bisa bersawah atau panen sekali dalam setahun karena mengandalkan sawah tadah hujan, kini bisa panen tiga kali dalam setahun.
Dengan demikian, perputaran ekonomi masyarakat bisa bergairah karena mereka bisa menjual hasil panen tiga kali dalam setahun. Tentu, kondisi ini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Seperti masyarakat di Kecamatan Sinjai Barat yang petaninya bisa bersawah hingga tiga kali dalam setahun karena irigasinya baik," beber alumni Fakultas Hukum Trisakti itu.
Hal itu diungkapkan saat menyerahakan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa hand traktor di Kecamatan Sinjai Barat dan Sinjai Tengah, tepatnya di Kelurahan Tassililu, Jumat (4/12/2020).
"Insyaallah kita tengah mengusahakan pembangunan irigasi di berbagai daerah di Sinjai , seperti tahun depan kita rencanakan akan bangun irigasi yang besar di Sinjai Tengah," katanya.
Baca Juga: Asuransi Usaha Ternak Sapi Sejahterakan Peternak di Sinjai
Dengan hadirnya irigasi tersebut, lanjut dia, petani yang tadinya hanya bisa bersawah atau panen sekali dalam setahun karena mengandalkan sawah tadah hujan, kini bisa panen tiga kali dalam setahun.
Dengan demikian, perputaran ekonomi masyarakat bisa bergairah karena mereka bisa menjual hasil panen tiga kali dalam setahun. Tentu, kondisi ini akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Seperti masyarakat di Kecamatan Sinjai Barat yang petaninya bisa bersawah hingga tiga kali dalam setahun karena irigasinya baik," beber alumni Fakultas Hukum Trisakti itu.
Lihat Juga :